Info Tentang Yogyakarta

Posted On 11 Juni 2007

Disimpan dalam Informasi

Comments Dropped leave a response

Sekilas Info Tentang Jogja

Sampai saat ini Jogjakarta masih dianggap sebagai kota pelajar, karena di kota ini banyak sekali terdapat sekolah umum, sekolah kejuruan, serta perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan non formal lainnya. Selain sebagai kota Pelajar, Jogjakarta juga dikenal sebagai kota Pariwisata dan kota Budaya, dimana banyak terdapat obyek wisata dan budaya. Oleh karena itu Jogjakarta banyak dikunjungi dan dihuni oleh pendatang dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negri untuk menuntut ilmu dan menikmati suasana Jogjakarta yang unik dan spesifik, sehingga Jogjakarta dapat dianggap sebagai miniatur Indonesia.
Luas wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta seluas 3.185,81 Km2, terdiri Kabupaten Kulon Progo seluas 586,28 Km2, Kabupaten Bantul seluas 506,85 Km2, Kabupaten Gunung Kidul seluas 1.485,36 Km2, Kabupaten Sleman seluas 574,82 Km2 dan Kotamadya Jogjakarta seluas 32,50 Km2 dengan total jumlah penduduk Provinsi DIY sekitar 3,7 juta jiwa.

Fasilitas penunjang pendidikan yang ada di Kota Jogjakarta sangat mencukupi, misalnya:
Sarana Tempat Tinggal : banyak tersedia Asrama – asrama Pemerintah Provinsi yang ada di Indonesia, pondokan / kost – kostan dengan sistem pembayaran bulanan mulai dari Rp. 75.000 s.d Rp. 400.000, ada pula yang sistem kontrak per tahun mulai dari Rp. 1.000.000 s.d Rp. 4.000.000, rumah kontrakan mulai dari Rp. 3.000.000 s.d Rp. 10.000.000 per tahun dan masih banyak lagi dengan harga yang sangat variatif.
Sarana Tempat Makan : banyak tersedia tempat makan disekitar lokasi asrama – asrama, pondokan dengan harga berkisar mulai dari Rp. 1.000 s.d Rp. 6.000.
Sarana Transportasi Umum : Bus kota, Angkot, Taxi, Becak, Andong yang rata – rata beroperasi mulai jam 05.00 WIB s.d 19.00 WIB. Taxi dan Becak beroperasi 24 jam.
Sarana Toko Buku : banyak tersedia tempat penjualan buku – buku, mulai dari Toko sampai kios – kios buku baru dan bekas. Disamping itu sarana foto copy banyak tersedia, hampir disetiap jalan di Jogja ada counter foto copy.
Sarana Komunikasi : banyak tersedia wartel, warnet yang buka 24 Jam serta tempat penjualan voucher pulsa.
Sarana Belanja : mulai dari pasar tradisional sampai dengan Mall.
Sarana Kesehatan : banyak tersedia mulai dari praktek dokter, Puskesmas sampai Rumah Sakit yang buka 24 Jam.
Sarana lain yang menunjang pendidikan banyak tersedia di kota Jogjakarta.
Seiring dengan perkembangan kota Jogjakarta, dimana banyak budaya dari luar Jogja yang masuk maka tidak di pungkiri lagi akan membawa dampak yang positif maupun dampak negatif, misalnya tentang pergaulan bebas, narkoba dan lain – lain. Hal ini merupakan suatu fenomena dari perkembangan kota Jogja maupun kota – kota lain, namun hal ini tidak dapat digeneralisasi bahwa kota Jogja sudah tidak kondusif lagi untuk belajar, semuanya tergantung pada moralitas individu masing – masing.

Kondisi kota Jogja lebih terpuruk lagi dengan adanya hasil penelitian tentang virginitas, yang menyimpulkan bahwa 97% mahasiswi di Jogja tidak perawan lagi, hal ini banyak di sanggah oleh para peneliti, pemuka agama dan pemuka masyarakat Jogja, misalnya GKR.Hemas (permaisuri Sultan Jogjakarta) menyatakan tidak percaya akan hasil penelitian tersebut. Pusat Studi Wanita Universitas Negri Yogyakarta menyatakan bahwa hasil penelitian tidak ilmiah dan tidak akurat bahkan yang dipublikasikan tersebut adalah kebohongan (dimuat di Koran Kedaulatan Rakyat), Pusat Studi Seksualitas Yogyakarta meragukan metode penelitian yang digunakan (dimuat di koran Kompas dan masih banyak lagi yang meragukan metode dan hasil penelitian tersebut. Jika kita lihat hasil penelitian tersebut seolah – olah kota Jogja sudah kiamat, padahal keadaan Jogja biasa – biasa saja. Memang fenomena tersebut ada, namun tidak hanya di kota Jogja saja melainkan dikota – kota lain juga ada. Hal ini merupakan resiko dan dinamika perkembangan suatu kota. Oleh karena itu semuanya tergantung pada niat kita datang ke Jogja untuk kuliah atau untuk apa ?

Respond now.