Hasil Ujian Nasional Tertinggi SMA Se-Sumbar


Posisi puncak hasil Ujian Nasional (UN) telah diumumkan. Untuk jurusan IPA bertengger Jesica Eka Putri, siswa SMA 10 Padang dan jurusan IPS ada nama Rizki Muspika, siswa SMA 1 Padang. Kedua anak ini hebat. Mereka berhasil meraih posisi pemuncak di Sumbar. Sungguh suatu hal yang tidak pernah mereka bayangkan. Apalagi, bagi Tika, sapaan akrab Rizki Mustika. Hidupnya yang sederhana dari keluarga kurang mampu tidak pernah membawanya bermimpi menjadi pemuncak.

“Target saya hanya lulus dengan nilai yang bagus, tidak pernah menyangka bakal menjadi juara pertama se-Sumatra Barat,” kata Tika kepada Singgalang di kantor harian ini tadi malam. Tika datang bersama kedua orangtuanya, Fadli dan Fatimah. Didampingi pula oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA 1 Padang, Rama. Tika bahkan tidak tahu dia terbaik se-Sumbar dalam jurusan IPS yang dia pilih. “Baru tahu dari Pak Rama. Tapi kata kawan-kawan saat di sekolah kemarin (Sabtu-Red) saya juara I Padang,” sebutnya masih dengan nada setengah tidak percaya.

ImageSelama ini, bila dirunut ke belakang dan melihat pencapaian di sekolah, Tika memang tidak pernah lepas dari posisi-posisi teratas, walaupun tidak selalu mendapatkan rangking pertama. Tapi, dia sangat berbeda dengan kawan-kawannya yang berasal dari keluarga berada. Dia tidak pernah mengecap indahnya ikut bimbel atau les di lembaga kursus layaknya kawan-kawannya. “Ingin juga, tapi apa daya, orang tua tak mampu,” sebut Tika yang mendapatkan nilai 55,20.

Ayahnya Fadli, hanya sopir. Itu pun membawa travel, yang terkadang lebih sering tidak membawa penumpang. “Susah, sekarang penumpang sulit, jadi susah mendapatkan uang. Jadi saat tahu Tika dapat yang terbaik, perasaan saya antara senang dan sedih,” kata Fadli.

Betapa tak sedih, Tika sangat berkeinginan masuk Universitas Indonesia (UI) mengambil jurusan psikologi atau komunikasi. “Tapi, kami kesulitan uang. Malah kakaknya, Fauzan yang kuliah semester 8 di Unand terpaksa mengambil cuti, karena ketiadaan biaya,” sambung Fatimah berkaca-kaca.

Makanya, kalau ada uang, dia berharap anaknya kuliah saja di UNP. Supaya, dia dan suaminya tidak memikirkan uang kuliah, tempat tinggal dan biaya lainnya bagi putri bungsunya itu. “Rumah saja kami tak punya. Kini tinggal menumpang di tanah orang, karena rasa belas kasihan mereka,” bebernya.

Akan halnya Tika, dia juga sangat menyadari kondisi orangtuanya. Ibaratnya, dirinya kini bak pungguk merindukan bulan. “Kalau saja ada beasiswa, kami sangat berharap, Tika mendapatkannya,” tukas Fadli lagi.

Rama pun berharap begitu. Talenta Tika dalam bidang IPS sangat kuat. Sebenarnya dia bisa mendapatkan jurusan IPA, tapi menyadari bakatnya di IPS, gadis manis kelahiran Padang, 16 Januari 1990 itu pindah ke jurusan IPS. “Dia tidak pernah masuk dalam buku kasus kami, makanya dia pantas jadi pemuncak,” kata guru murah senyum ini.

Keberhasilan Tika menyamai keberhasilan Vika Cikita, siswa SMA 1 Padang yang juga berasal dari keluarga kurang mampu. “Ini sekaligus membuktikan bahwa guru-guru telah memberikan yang terbaik, karena anak-anak yang tidak bimbel di luar bisa meraih posisi puncak,” imbuh Rama.

Ingin jadi dokter
Sementara itu Jesica Eka Putri siswa SMA 10 Padang, yang akrab disapa Puput, juga tak mengira bakal jadi pemuncak dengan nilai 56,10. Apalagi di semester V kemarin, dia tidak lagi masuk dalam 10 besar. Hanya saja, dalam Pra UN kedua, dia terbaik di kelasnya yang lokal unggul. “Puput masuk lokal unggul, tapi tidak masuk di kelas internasional,” paparnya yang dihubungi via telepon genggamnya.

Jelang UN, putri pasangan Herina Sayuti, guru Bahasa Inggris SMK 3 Padang dan Herman (bekerja di PT Sirkansa), dan kakak dari Intan Tifani ini memang belajar ekstra. Les, bimbel dan kegiatan lainnya dilakoni bersama kawan-kawannya. “Kalau belajar bersama suka di rumah Puput,” ceritanya sambil menyebutkan, dulu targetnya hanya mendapatkan rata-rata 8, tapi mendapatkan rata-rata 9,35.

Herina pun mengaku senang dan bangga dengan putri sulungnya. “Rasanya terobati semua jerih payah kita mendidik dan membesarkannya. Tapi, kami tidak pernah memaksa Puput mau jadi apa,” tegas sang Mama dengan nada senang.

Melihat nilai-nilai yang diperoleh Puput sejak SD sampai saat ini, dia optimis Puput lulus dengan nilai terbaik.

Puput yang bercita-cita jadi dokter itu, memang tidak diperkenankan kuliah di luar Sumbar. “Walau kami tahu Puput anak baik, tetap saja mengkhawatirkan melihat kondisi saat ini,” ulas wanita asal Batang Kapas, Kab. Pesisir Selatan itu.

SMA 1 Padang Panjang

Sementara itu, Kepala SMA 1 Padang Panjang, Ridwan Idma mengaku suprise dengan pencapaian siswanya yang cukup banyak masuk dalam 10 besar pada jurusan IPA dan IPS. “Saya baru tahu, karena memang kami tidak tahu anak-anak kami masuk 10 besar terbaik di Sumbar,” paparnya.

Sebenarnya UN memang bukan target mereka. Yang ditargetkan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) sebanyak-banyaknya, karena tahun lalu 92 persen siswa mereka diterima di PTN. “Tapi kami bangga, karena memang anak-anak diajarkan mengharamkan mencontek, jadi kalau nilai mereka bagus, maka itulah nilai mereka sesungguhnya. Malah ada siswa pada jurusan IPS di sekolah ini mendapatkan nilai matematika, 10.

Sementara itu, juara pertama pada tingkat SMA jurusan Bahasa diraih, Febri Marseli dari SMA 1 Guguk, kemudian SMK diraih Eliza Daniati. Sedangkan, posisi pertama MA jurusan IPA diraih, Dosri Yoki dari MAN Palangki, pemuncak MA jurusan IPS, Ujang Firdaus dari MA Swasta MTI Pasir, dan MA jurusan Bahasa, Susi Susanti dari MAN 2 Batusangkar.

Sumber: Harian Singgalang Edisi Senin 16 Juni 2008

About admin

asrama mahasiswa sumatera barat merapi singgalang yogyakarta

Posted on 16 Juni 2008, in Pendidikan. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:
    pendidikan terhangat
    “Artikel anda di infogue”

    anda bisa promosikan artikel anda di http://www.infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

  2. Ayolah pemerintah… beri kesempatan putera-puteri bangsa seperti itu…
    untuk buat rizki, aku yakin kamu kan mendapatkan yg terbaik……

    tapi heran wak yo… kok???? kok banyak padusi yg jadi pamuncak…
    yo busiak se karajo orang laki2 kayak ndak… kayak awak…he he he he

  3. kan lah jaleh tuh…
    urang tu ndak marokok,,
    ndak nonton bokep,,,
    ndak loh suko batanggang do…
    makannyo ndak lo nasi mbak ikem do…
    susunyo ndak gandos mambuek doh
    tantulah rancak nilainyo……
    lai jaleh tuh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: