Bangsa Minangkabau adalah Bangsa Hellenik?


Penulis : Odi  – Mersi 2010

Minangkabau merupakan satu bangsa yang mendiami daerah pesisir barat pulau sumatera. Bangsa Minangkabau merupakan rumpun bangsa melayu yang tersebar di sekitar semenanjung malaya. Sedikit tentang bangsa Melayu, Melayu merupakan rumpun bangsa yang mencakup negara Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan bahkan literatur barat mencantumkan negara Filipina sebagai bagian dari rumpun bangsa Melayu. Didalam sejarahnya, Asal nenek moyang bangsa Minangkabau terbagi dari beberapa versi. Menurut Tambo (hikayat) Minangkabaumenyebutkan bahwa nenek moyang Bangsa Minangkabau bernama Sultan Maharajo Dirajo yang merupakan anak dari raja Macedonia Iskandar Zulkarnain atau Aleksander Agung yang sedang berlayar dan menemukan daratan Minangkabau sekarang. Dalam Tambo Dalam rombongan tersebut ikut anggota-anggota bernama Cati Bilang Pandai (asal India) berkasta ksatria, Harimau Campo (asal Champa), Kuciang Siam (asal Siam), Kambiang Hutan (asal Cambay, India) dan Anjiang Mualim (asal Persia).Ada juga yang menyebutkan bahwa Bangsa Minangkabau Berasal dari 10 suku Israel yang hilang berasal dari kerajaan Israel Utara, ini disebabkan oleh penaklukan bangsa Asyur (Asiria). Dan yang sangat menarik adalah nenek moyang bangsa Minangkabau Berasal dari Gandhara, India. Gandhara merupakan suatu daerah yang terletak di lembah sungai Indus, India. Menurut sejarah, Gandhara terletak di jalur sutera (silk way) yang merupakan jalur maupun tempat persingahan para pengelana yang ingin menuju Asia Timur maupun yang ingin menuju Eropa. Disini banyak terjadi pertemuan budaya, ras, maupun agama. Terbukti dengan banyak ditemukannya stupa-stupa yang di dibangun oleh sisa-sisa pasukan Aleksander Agung yang menetap di Asia Tengah, yang terkenal adalah 12 kuil yang dibangun oleh Aleksander Agung yang bertujuan untuk rasa terima kasih kepada 12 dewa Yunani.

Banyak kesamaan antara kebudayaan Hellenik yang ada di India Utara dengan budaya Minangkabau. Seperti kesamaan ukiran yang terdapat di salah satu kuil yang bercorak Hellenik dengan ukiran yang ada di Rumah Gadang Minangkabau, dan persamaan yang paling menonjol adalah Sistem Konfederasi Nagari di Minangkabau sama persis dengan Sistem Konfederasi Polis yang ada di Yunani (Hellas). Dalam sistem pemerintahan Yunani, Raja hanya menjadi simbol kekuasaan semata. Raja membentuk lembaga Triumvirat yang mengatur jalannya pemerintahan. Ini tidak berbeda dengan Sistem Konfederasi yang ada di Minangkabau. Raja hanya sebagai simbol kekuasaan, dan raja membentuk Rajo Nan Tigo Selo yang meliputi Rajo Alam, Rajo Adat, dan Rajo Ibadat. Dan Rajo Nan Tigo Selo ini di bantu oleh 4 orang dewan Menteri yang disebut Basa Ampek Balai, dan membentuk juga 7 lembaga negara yang disebut Langgam Nan Tujuah. Susunan perangkat negara ini tidak jauh beda dengan sistem yang di terapkan oleh Kerajaan Yunani (Hellas). Di wilayah Minangkabau sendiri terdapat 2 aliran dalam menjalankan Negara, yang pertama adalah Sistem Kelarasan Koto Piliang yang bersifat Aristokratis dan yang kedua adalah Sistem Kelarasan Bodi Chaniago yang bersifat Demokratis. Sistem kelarasan yang ada di Minangkabau Mirip dengan Sistem Polis yang ada di Yunani kuno. Kerajaan Yunani Kuno juga terdapat 2 aliran dalam menjalankan negara seperti Sistem Polis Sparta yang cenderung bersifat Aristokratis dan Sistem Polis Athena yang bersifat Demokratis. Belakang di Minangkabau berkembang aliran Sistem Kelarasan Lareh Nan Panjang yang mencoba menggabungkan Sistem Kelarasan Koto Piliang dengan Sistem Kelarasan Bodi Chaniago.Dari beberapa penelitian yang dilakukan bahwa sistem pemerintahan di kerajaan Minangkabau sama dengan kerajaan yang bersifat Hellenistik yang berada di India Utara seperti kekaisaran Seleucid dan kerajaan Bactria, ada juga sistem konfederasi di Minangkabau mirip dengan sistem konfederasi yang ada di Kerajaan Champa (Vietnam Seakarang).Menariknya, sistem Matrilinial yang ada di Minangkabau menyerupai sistem Matrilinial yang dianut suku-suku yang berada di jalur perdagangan India-China kuno seperti yang ditemukan di daerah Kerala, Karnataka, Tamil Nadu di India, sebagian wilayah Kerajaan Champa di Vietnam, sebagian wilayah Siam (Thailand) dan wilayah Naxi di China.

Saya menyimpulkan bahwa bangsa Minangkabau merupakan bangsa yang menganut kebudayaanHellenik dan sangat mengagumi kebudayaan Hellenik. Apabila dikaitkan dengan tambo, Budaya Hellenik yang didapat oleh Bangsa Minangkabau berasal dari Ghandara yang dibawa oleh rombongan dari Sultan Maharajo Dirajo. Rombongan tersebut membentuk suatu pemerintahan yang mirip dengan sistem pemerintahan yang bercorakan Hellenik seperti yang ada di India Utara.
Yang Terakhir saya kutipkan sebagian isi Tambo awal keberangkatan Sultan Maharajo Dirajo (eksodus dari Tanah Basa):

adopun Sutan Sikandareni rajo alam nan arih bijaksano, mancaliak anak lah mulai gadang lah masak alemu jo pangaja, timbua niaik dalam hati nak manyuruah anak pai marantau mancari alimu jo pangalaman, mako tapikialah maso itu jo apo anak nak kadilapeh balayia dilauik basa, tabayanglah sabatang kayu gadang nan tumbuah dihulu Batang Masia banamo kayu Sajatalobi, daun rimbun rantiangnyo banyak batang panjang luruih pulo, tabik pangana andak manabangnyo kadibuek pincalang (parahu) tigo buah untuak palapeh anak marantau …

(adapun Iskandar Zulkarnain, raja yang arif bijaksana, melihat anak yang mulai dewasa, sudah sempurna ilmu pengetahuan, timbullah niat dalam hati untuk menyuruh anak pergi merantau, mencari ilmu dan pengalaman. Maka terpikirlah waktu itu tentang sarana yang akan digunakan anaknya untuk berlayar di samudera. Terbayanglah sebuah pohon kayu besar yang tumbuh di hulu sungai Batang Masia bernama pohon sajatalobi, daunnya rimbun dan rantingnya banyak, batangnya panjang dan lurus pula. Terpikirlah untuk menebang pohon tersebut, untuk dibuat perahu sebanyak 3 buah, untuk melepas anak pergi merantau …)
Apakah Sungai Batang Masia yang dimaksud dalam cerita itu adalah Sungai Indus? Hanya Tuhan yang tau.

Dikutip dari berbagai sumber

About admin

asrama mahasiswa sumatera barat merapi singgalang yogyakarta

Posted on 30 Mei 2012, in Sejarah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: