Arsip

Archive for the ‘Budaya’ Category

Dibalik Pembuatan Film Porno!!!!

5 Oktober 2008 mersi 82 komentar
  • Artis porno 100% berbohong kalo mereka bilang menikmati pembuatan film bokep yg mereka peranin. Meski artis wanita bisa dibayar 10x lipat dari pemeran pria tp dalam proses pembuatan film porno bisa berlangsung 18 jam sehari untuk menghemat budget dan dalam sehari mereka bisa shoting utk 3 s/d 4 scene berbeda.
  • Setiap scene nya bisa berlangsung berjam-jam tergantung dari apa aktornya bisa ”tampil” sesuai dengan harapan sang sutradara atau apa si artis yg harus istirahat dulu karena rasa sakit saat melakukan adegan hardcore. Seperti adegan anal sex yg seringkali harus dihentikan karena ada yg seharusnya gk boleh tampil
  • Saat menunggu scene berikutnya biasanya artis porno menghabiskan waktu di restroom utk minum minuman keras atau pake narkoba biar bisa ngurangin rasa malu dan sakit dalam adegan berikutnya. Untuk diketahui di industri film porno test yg wajib dilakukan utk tiap aktor & artis adalah test HIV (sebulan sekali) sedangkan test drugs tdk ada.
  • Situasi saat shooting film porno sangat menyiksa baik secara fisik maupun mental khususnya utk artis wanita karena 12 – 18 orang berdiri dibalik layar (banyangin aja lu ngeseks sama orang ditontonin orang-2) mulai dari sutradara & asistennya, fans berat yg dapet hadiah nonton langsung sampai tukang lampu dan fotografer yg punya hak utk mem “freeze” adegan tertentu agar bisa diambil angle foto yg terbaik.
  • Artis porno adalah pembohong profesional karena kalo mereka menceritakan kenyataan sebenernya maka hancurlah fantasi yg ada di tiap kepala ngeres para penggemar dan sekaligus menghancurkan karir “indah” mereka. Dan disinilah ironisnya karena udah terbiasa bohong para artis film bokep biasanya malah punya kemampuan akting yg lebih baik dari kebanyakan bintang hollywood.
  • Sepanjang tahun 2007 9 bintang film porno meninggal karena HIV
  • 66% bintang bokep menderita herpes dan sekitar 12-28% menderita penyakit menular seksual lainnya.
  • Sejak tahun 1990 sudah ada 26 bintang porno mati bunuh diri.
  • Sejak tahun 1990 ada 45 bintang porno meninggal akibat overdosis narkoba
  • Lebih dari 90 orang bintang porno positif HIV, 25 org masih bertahan hidup.
  • Antara tahun 2003 sd 2005, 976 bintang film porno dilaporkan positif menderita penyakit menular seksual.

Sumber: http://www.friendster.com/bulletin.php?bid=86423904&uid=31744033

Categories: Budaya

ARSITEKTUR BAGONJONG ; Antara Orisinalitas dan Modifikasi

Selama satu hari efektif (24 Juni 2008) tim yang terdiri dari Disbud Propinsi DIY serta tiga tenaga ahli Arsitektur UGM dan IAI melakukan kunjungan studi banding ke Padang. Kunjungan studi banding tersebut dilakukan dalam rangka mencari rujukan pembanding berkaitan bagi penyusunan kriteria penilaian lomba perancangan arsitektur bernuansa budaya DIY.

Orientasi pengamatan ditujukan pada objek yang masih orisinil berarsitektur Bagonjong dan objek yang sudah dimodifikasi. Bentuk-bentuk orisinil tersebut terdapat di beberapa komunitas budaya lama, salah dua misalnya di Nagari Sulit Air berjarak 107 km dari Padang dan Tanah Datar berjarak 120 kilometer. Lokasi yang terakhir merupakan objek studi banding. Bentuk modifikasi tersebut biasanya terdapat di kota-kota besar dengan fungsi yang berkembang, tidak hanya terdapat pada rumah tinggal tetapi juga banyak terdapat pada pertokoan, hotel, Bank, kantor pemerintah, tribun olahraga, bandara dan bangunan umum lainnya.

Arsitektur bagonjong diperoleh dari inspirasi bentuk rumah Gadang yaitu bangunan adat Minangkabau yang berfungsi sebagai rumah tinggal pasukuan, dihuni oleh beberapa keluarga sampai 20 keluarga, atap berbentuk pelana lengkung bersusun, dengan ujung atas kiri kanan di setiap susunan atap mendongak ke atas. Arsitektur Bagonjong dapat disebut pula sebagai arsitektur Gadang. Nama Gadang diambil dari fungsi bangunannya, sedangkan Bagonjong diambil dari bentuk atapnya yang melengkung gonjong ke atas atau mendongak.

Secara garis besar bentuk rumah Gadang terpola ke dalam dua gaya sesuai aliran kelarasan yang dianutnya yaitu kelarasan Bodi Caniago dan kelarasan Koto Piliang, atau berdasar tipologinya terbagi ke dalam tiga tipe yaitu rumah gadang Gajah Maharam, RG Rajo Babandiang, dan RG Bapasirek. Perbedaan dari gaya bentuk maupun tipologinya tersebut terletak pada lantai dan anjung serta adat yang berlaku di atas rumah tersebut. Terlepas dari berbagai gaya bentuk dan tipologinya, bagi orang awam, arsitektur Bagonjong adalah serupa, hanya dibedakan oleh varian bentuknya, namun yang mengesankan bagi orang awam semacam penulis adalah keindahan dan atraktivitasnya. Di benak awam bangunan bagonjong digambarkan sebagai perpaduan susunan bentuk atap yang menjulang indah, terpadu serasi dengan bagian badan pendukungnya terdiri dari hamparan kolom serta tata bidang dan tata bukaan yang kaya tekstur, ornamen dan warna.

Paling tidak ketika melewati Lembah-Anai, Padang-Panjang atau ketika setiba di Tanah-Datar terlihat penampakan yang fantastik dari gugusan atap Gonjong berbagai bangunan membentuk gubahan masa yang indah. Ada salah dua bangunan ditemui penulis masih terlestari dan terpelihara dengan baik karena peran dari pemilik dana yang tinggal di perantauan, salah satunya adalah Istano Silinduang Bulan. Bahan, tekstur, ornamen, dan warna pengisi dan pembentuk bangunan tersebut terpelihara sangat baik, mungkin lebih baik dari aslinya, mencakup eksterior maupun interiornya. Begitu pula ketika tiba di komunitas lama cagar budaya di kabupaten Tanah Datar seperti di desa cagar budaya Sumanik, Selempaung dan desa Rao-Rao kecamatan Sungai Tarap terlihat penampakan yang lebih orisinil, kuna, unik sekaligus indah. Namun sayang sebagian besar dari bangunan-bangunan tersebut kondisinya rusak dari yang berkondisi sedang sampai rusak berat, berwarna kusam dan sebagian terbengkelai ditinggalkan oleh penghuninya merantau.

Penulis melihat ada langgar kuna bernama Surau Nagari Lubuk Pauk. Surau tersebut beratap empat susun berdinding kayu dengan tekstur yang estetik. Atap susun pertama dan kedua berbentuk miring limas pada keempat sisinya, atap susun ketiga berupa perpotongan bentuk pelana dengan keempat ujungnya mendongak ke atas, susun keempat adalah atap segi delapan melindungi sangkar kaca segi delapan dibawahnya. Garis atap maupun garis lantai yang melengkung ke bawah bukan karena penurunan beban tetapi memang karena didesain demikian. Berdampingan dengan surau adalah masjid Ula Lubuk Pauk dengan bentuk atap kubah ala bizantium. Bentuk yang berbeda antara kedua masjid tersebut bisa merupakan kontroversi tetapi bisa juga merupakan upaya pembedaan mana yang cagar budaya dan mana yang bukan cagar budaya. Penulis memperoleh informasi bahwa di Padang nampaknya sulit ditemui masjid berarsitektur Bagonjong. Mungkin ini hasil dari kampanye atau gerakan kubahisasi masjid yang konon gencar dilakukan di sini.

Biasanya di depan bangunan gadang terdapat lumbung padi yang disebut rangkiang. Rangkiang berukuran mungil estetik dengan pola denah berbentuk persegi dengan empat atau delapan kolom, maupun denah berbentuk palang dengan terdapat sedikitnya 12 kolom. Karena ukurannya yang kecil, penempatan kolom dibuat melebar ke atas menjadi bentuk yang indah serasi dengan bentuk atapnya. Bagi bangunan besar semacam rumah gadang penempatan kolom yang melebar ke atas sebagaimana pada rangkiang adalah riskan terhadap tekanan gaya ke samping kiri dan kanan yang berdampak bagi keruntuhan bangunan.

Namun bagi Eko Al Fariz seorang arsitek ternama di Padang yang Doktor Arsitektur lulusan UGM menganggap kekhawatiran tersebut tidak beralasan. Dengan kreasinya dia mendesain bangunan tribune lapangan Imam Bonjol berpola bagonjong yang cukup indah dan atraktif dengan susunan kolom yang tidak lazim yaitu semakin miring ke kiri maupun ke kanan secara simetris sebagaimana kolom yang terdapat pada rangkiang. Perbedaannya terletak pada bahan konstruksinya, pada objek terkasus menggunakan konstruksi beton sedang yang orisinil menggunakan konstruksi kayu.

Ada semacam rumusan bahwa atap bagonjong tidak akan serasi diterapkan pada bangunan tinggi, dengan kata lain hanya bisa serasi pada bangunan rendah. Pada bangunan Bank Mandiri rumusan tersebut tidak sepenuhnya berlaku. Bangunan ini dapat dikategorikan bangunan tinggi dengan posisi atap bagonjong ke arah depan, menyalahi kelaziman yang membentang ke kiri dan ke kanan. Mengatasi kemungkinan terjadi ketidakserasian antara atap dan badan, disamarkan dengan gradasi pengalihan secara lembut dari atap gonjong yang lebar, menyempit secara bergradasi di bawahnya ke badan pendek di atas kolom dan menyempit lagi di kolom panjang, ibarat kaki jenjang menyangga perpaduan harmonis badan bagian atas dan atap.

Banyak contoh upaya apresiatif dari masyarakat maupun swasta untuk menyelaraskan bangunannya dengan arsitektur bagonjong seperti misalnya rumah tinggal, hotel, DPRD, Balai-Kota, rumah makan, bandara, pertokoan, dan lain-lainnya. Sebagian modifikasi tersebut dapat terwujud harmonis namun banyak pula ditemukan ketidakserasian kombinasi yang di antaranya misalnya mengesankan bangunan bercula badak atau semisal di Yogya adalah bangunan ‘monster’ GSP-UGM. Di sinilah letak perlunya sebuah pedoman maupun peran tangan-tangan ahli dalam bidang perancangan arsitektur kombinasi/modifikasi bernuansa lokal.

Dalam penyusunan rancangan arsitektur bernuansa budaya DIY dimungkinkan secara bergradasi menyerap potensi arsitektur warisan budaya, mulai dari lestari asli, selaras sosok, selaras parsial, selaras kombinasi, dan modifikasi. Pengalaman di atas merupakan fenomena yang mungkin dapat digunakan sebagai salah satu referensi pembanding bagi peserta lomba ‘perancangan arsitektur bernuansa budaya DIY’ dalam menuangkan karyanya, yang akan berakhir pada tanggal 18 Agustus 2008. q – g. (4029-2008).

*) Nuk Prasetya Ir MM, Kabid BP Disbud
Prop DIY, Munichy Ir MArch, Ketua IAI dan
Yoyok W Subroto Dr Ir M Eng,
Kajur Ars UGM.

Sumber: Koran Kedaulatan Rakyat Edisi 02/07/2008 09:09:02

Categories: Budaya

Merokok Sangat Berbahaya Bagi Kesehatan, Berhenti Merokok Bukan Solusi

5 Juni 2008 mersi 4 komentar

Oleh: M. Irfan (Warga Asrama Merapi Singgalang)

“Tulisan ini tidak diterbitkan Kedaulatan Rakyat karena diindikasikan mendukung konsumsi rokok, padahal Gerakan Pemda Yogyakarta sekarang adalah berhenti merokok (dari redaksi atas masukan dari penulis)”

Menjelang peringatan Hari Bebas Tembakau Se-dunia banyak iklan layanan masyarakat yang bertebaran di berbagai media yang intinya mengajak para perokok untuk berhenti merokok minimal pada Hari Bebas Tembakau Se-dunia. Tentu saja akan lebih baik lagi, jika perokok berhenti merokok untuk selamanya karena rokok tidak baik untuk kesehatan. Kecuali iklan, banyak kegiatan positif diselenggarakan oleh berbagai pihak seperti: lomba berhenti merokok, lomba penulisan essay, kegiatan olahraga ataupun kampanye simpatik dengan cara membagikan bunga kepada setiap orang, terutama untuk kalangan perokok. Namun, kegiatan ini seolah-olah tidak ada artinya sebab jumlah perokok semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Di Indonesia para perokok banyak terdiri dari kalangan pelajar dan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Hal ini patut dikaji secara lebih dalam karena masyarakat ekonomi menengah ke bawah, secara finansial mereka belum mapan, tetapi mengapa merokok? Asumsi sementara, banyak yang mengatakan bahwa mereka merokok disebabkan oleh tekanan hidup yang menimpa mereka sehingga rokok menjadi pelampiasan.

Menurut hasil penelitian, ketika rokok “dibakar” terdapat 4000 jenis zat kimia beracun, 43 jenis bersifat karsinogenik (merangsang tumbuhnya kanker) di antaranya methanol (bahan bakar roket), butane (pembuat korek api), cadmium (bahan dasar aki mobil), amonia (pembersih lantai), aceton, dan hidrogen-sianida. Zat yang paling berbahaya adalah tar, nikotin, karbon monoksida. Tar mengandung bahan kimia beracun yang akan merusak sel paru-paru, dan menyebabkan kanker. Karbon monoksida mengandung gas beracun yang dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen. Nikotin merupakan jenis obat yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah. Nikotin menyebabkan pemakainya kecanduan. Dampaknya menyebabkan kanker paru-paru, mulut, asma, kanker rahim, impotensi, jantung koroner, darah tinggi, dan stroke (Setiyawan : 2007).

Selama ini rokok hanya banyak dikaji dari sisi negatifnya saja. Sangat jarang pihak yang memaparkan dampak positif rokok bagi kehidupan masyarakat. Untuk itu saya mencoba menelisik rokok dari sisi yang berbeda.

Roda pemerintahan ikut terbantu melalui cukai yang diterima dari industri rokok. Cukai yang diterima oleh pemerintah dari industri rokok dari tahun ke tahun meningkat. Pada tahun 2001 pendapatan negara melalui industri rokok senilai Rp 17 triliun. Kemudian pada tahun 2007 angka ini melambung menjadi 42,03 triliun (Meilani : 2007). Harus diakui bahwa pada dasarnya pemerintah ingin meningkatkan pendapatannya dari cukai rokok. Hal terbukti dengan telah berulangkali Peraturan Menteri Keuangan tentang Cukai Tembakau di revisi. Setidaknya Peraturan Menteri Keuangan No.43/PMK.04/ 2005 tentang Penetapan Harga Dasar dan Tarif Cukai Hasil Tembakau telah 2 kali direvisi. Kemudian lahir Peraturan No.118/PMK.04/2006 yang berisi tentang Kenaikan Tarif Cukai Rokok (Setiyawan: 2007). Bagi kota-kota tertetnu kehadiran indsustri rokok mampu menyokong perekonomian daerahnya, seperti Kota Kediri, 68 % Pendapatan Asli Daerahnya (PAD) berasal dari industri rokok (http://bankdata.depkes.go.id/kompas/Kota%20Kediri.pdf). Hal yang sama juga dialami oleh Kabupaten Kudus, Kota Surabaya, Kota Malang, dan Kabupaten Malang

Selain itu, industri rokok juga ikut terlibat dalam berbagai bidang sebagai berikut:

1. Bidang pendidikan

Dari tahun ke tahun angka putus sekolah meningkat.Pemerintahpun tidak dapat mengucurkan dana sebanyak 20% persen dari APBN. Hal ini tentu menyulitkan bagi putra-putri Indonesia yang mempunyai potensi tetapi tidak memiliki kemampuan Financial. Tentu mereka mengharapkan partisipasi dari berbagai pihak supaya mereka dapat melanjutkan pendidikannya. Industri rokok salah satu pihak yang ikut berpartisipasi mendukung proses pendidikan. Industri rokok tidak hanya memberikan beasiswa tetapi juga menberikan fasilitas untuk lembaga pendidikan seperti pengadaan komputer, menambah koleksi perpustakaan, dan memberikan berbagai pelatihan yang tidak didapatkan di bangku sekolah.

2. Bidang olah raga dan budaya

Di berbagai media dapat kita saksikan bahwa acara olahraga dan budaya yang berskala nasional maupun internasional kebanyakan disponsori oleh industri rokok. Bahkan, industri rokok juga ikut membimbing atlet-atlet nasional dengan cara mendirikan pusat pelatihan olahraga seperti pusat pelatihan bulutangkis sehingga kualitas para atlet ikut terdongkrak.

3.Bidang ketenaga kerjaan

Salah satu masalah pelik yang dihadapi oleh negara adalah masalah pengangguran yang meningkat. Dengan kehadiran industri rokok berarti jumlah pegangguran dapat diminimalisir. Apalagi industri rokok kretek yang membutuhakn banyak tenaga kerja karena industri rokok kretek masih diolah secara manual. Kehadiran industri rokok tidak hanya menghidupi karyawannya tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan pabrik. Dengan adanya industri rokok, secara langsung akan berdiri pula faktor pendukungnya seperti usaha kost-kostan, warung makan, transportasi, dan sarana hiburan.

Akhirnya, tidaklah relevan jika rokok hanya dilihat dari satu sisi saja, karena semenjak dari tembakau hingga menjadi rokok ada banyak pihak yang terlibat seperti pihak bank yang memberi kredit kepada petani tembakau, buruh tani, pedagang tembakau, karyawan industri rokok, serta pedagang rokok. Kebanyakan dari orang-orang tersebut adalah masyarakat kecil yang ingin mempertahankan hidup dan kehidupannya. Menutup industri rokok dengan cara melakukan ”mogok masal” merokok merupakan bukan solusi yang terbaik untuk saat ini, di saat kondisi negara kita menderita “komplikasi”. Karena akan menimbulkan dampak yang begitu besar bagi negara Indonesia. Cara yang paling arif adalah dengan cara melakukan penelitian tentang bagaimana menciptakan penawar racun yang terkandung dalam rokok sehingga racun yang terkandung dalam rokok dapat diminimalisir dan rokok tidak lagi menjadi racun yang berbahaya bagi perokok serta orang yang terkait dengan tembakau dan industri rokok dapat bertahan hidup.

Daftar Bacaan:

  • Meilani : 2007, Kenaikan Cukai Rokok Pada Tahun Ini Belum Tentu Perusahaan Rokok Gulung Tikar,Mengapa?, http://www.isei.or.id/page.php?id=5feb076
  • Setiyawan, Heri : 2007, Indonesia 5 Besar Konsumen Rokok Sedunia, http://ernibgt.multiply.com/journal/item/13
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kretek
  • http://bankdata.depkes.go.id/kompas/Kota%20Kediri.pdf
Categories: Budaya

Diskusi Detail Tak Selalu Solusi Terbaik (Tanggapan untuk Yuan Citra)

30 Mei 2008 mersi 2 komentar

Oleh : M. Irfan (Mersi 2002)

Tulisan ini telah diterbitkan oleh Koran Padang Ekspres edisi Kamis, 29 Mei 2008

Setiap negara demokrasi memberikan kebebasan kepada setiap elemen masyarakat untuk menyuarakan segala unek-uneknya, baik yang bersifat mengkritisi (menolak) kebijakan pemerintah maupun memberikan masukan yang positif bagi pemerintah. Penyampaian aspirasi pun ada berbagai macam cara seperti mengirim surat terbuka, dialog, dan demontrasi.

Di negara Indonesia cara yang paling populer dilakukan oleh elemen masyarakat (mahasiswa, buruh,petani, dll) untuk menyampaikan aspirasinya adalah dengan cara demontrasi. Demontrasi begitu marak dimulai pada tahun 1998, pada waktu itu seluruh elemen masyarakat Indonesia bersatu padu, seiya sekata untuk menggulingkan rezim orde baru yang telah berkuasa selama 32 tahun yang dinilai menutup kran demokrasi dan sarat dengan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang menyebabkan Indonesia berada dalam berbagai krisis. Pada masa ini boleh dikatakan sebagai “masa kegelapan (dark age) demontrasi”. Di berbagai media bisa kita baca, lihat, dan dengar begitu kisruhnya demo yang dilakukan oleh elemen masayarakat, seperti penjarahan toko-toko milik etnis tiongha, pembakaran fasilitas publik, serta perlakuan kejam yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap demontrans sehingga terjadi perang terbuka antara aparat keamanan dan para demontran tak dapat dielakkan.

Waktu telah bergulir, demonstrasi tetap menjadi primadona untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat seperti demo kenaikan harga sembako, BBM dll. Pada demo BBM yang terjadi di Kampus UNAS kemarin, patut kita prihatin melihat kejadian yang seharusnya tidak terjadi. Di televisi kita bisa saksikan bagaimana perlakuan kejam aparat kepolisian terhahda para mahasiswa. Berangkat dari pengalaman itu banyak pihak telah merumuskan “managemen aksi” supaya demontrasi berjalan tertib, aman, dan tidak terjadi anarkhis.

Demontrasi merupakan pilihan “terburuk” dalam Negara demokrasi karena berpotensi terjadi bentrok antara aparat kemanan dengan para demontrans. Selain untuk menyampaikan aspirasi demontrasi juga bertujuan menarik perhatian pemerintah dan perhatian dunia. Ketika di suatu negara sering terjadi demontrasi yang bersifat anarkhis secara tidak langsung citra negara tersebut telah tercemar dalam pergaulan internasional yang mempengaruhi ekonomi negara tersebut, karena para investor asing takut menanam modalnya di negara tersebut. supaya demonstrasi berjalan tertib hendaknya aparat keamanan menyamakan prosedur pengaman demonstrasi karena saya pernah lihat di daerah lain demontrasi terjadi secara damai dan tertib karena pagar betisnya diisi oleh barisan polisi wanita sehingga tidak terjadi aksi saling dorong yang akan memancing baku hantam

Adalah Yuan Citra, mahasiswa Ilmu ekonomi Universitas Andalas yang mencoba memberikan rumusan tentang manajemen aksi yang baik bertujuan supaya demontrasi tidak menimbulkan kerugian fisik seperti kekerasan fisik yang dialami oleh aparat keamanan (polisi) maupun oleh para demonstrasi serta untuk menghindari kerusakan fasilitas publik. Dalam tulisanya yang berjudul “Strategi Mencapai Berdemonstrasi”, beliau merumuskan bahwa supaya demontrasi supaya berjalan lancar baik diperlukan “Diskusi yang Detail”.

sebelum diadakan demo selayaknya pihak demontrasi selayaknya diberikan surat kepada pihak yang di “demo”(pemerintah) kemudian pihak yang didemo sangat wajib mendatangkan delegasi untuk membicarakan hal yang menjadi tema demo serta hendaknyanya “diskusi yang detail” dilakukan diwilayah yang netral( Padang Ekspres,27 Mei 2008).

Pernyataan Yuan citra tersebut secara umum menyatakan bahwa sehendaknya diadakan dialog antara pemerintah dengan pihak demonstran, yang menjadi pertanyaan saya adalah Apakah selama ini tidak pernah diadakan dialog antara pemerintah dengan pihak demonstran?. Selama ini ketika terjadi demo, pemerintah seringkali menerima beberapa orang delegasi dari pihak demontrans untuk berdialog dengan pemerintah(Bupati,walikota, Ketua DPR/D, Rektor). Dialog tidak hanya dilakukan oleh para demontrasi akan tetapi kalau anda perhatikan lebih dalam anda akan melihat begitu banyaknya dialog yang telah dilakukan oleh berbagai pihak entah itu yang menolak maupun yang memberi masukan kepada pemerintah. Dialog ini bisa saja berbentuk seminar yang dhadiri para pakar secara teori maupun secara praktek atau bisa juga berbentuk diskusi panel.

Kalau diskusi menurut anda dilakukan oleh para demonstrasi yang notabene kebanyakan mahasiswa behadapan delegasi pemerintah yang tentu saja sudah malang melintag dibidangnya masing-masing artinya ketika terjadi dialog akan akan sulit tercapai kata seiya dan sekata karena pihak pemerintah mengutus para master dibidangnya sedangkan para mahasiswa mayoritas mengerti mungkin hanya sebatas teori saja tidak memahami sepenuhnya cara prakteknya.Padahal ada beberapa teori sangat menyimpang dari praktek dilapangan.

Seandainya kata sepakat tidak tercapai, saudara Yuan Citra mengusulkan supaya durasi dialognya diperpanjang(mungkin seminggu atau lebih) sampai kata seiya dan sekata tercapai. Menurut saya hal ini kurang tepat karena katakanlah dalam seminggu mahasiswa dan pemerintah berdialog apakah mahasiswa tidak mempunyai urusan lain seperti mengerjakan laporan,tugas, pratikum,dan kuliah begitu juga dengan pemerintah yang harus menyeselaikan berbagai macam persoalan yang menumpuk di meja kerjanya.

Dialog telah banyak dilakukan oleh berbagai pihak yang cinta dan menginginkan negaranya maju sejajar dengan Negara lain akan tetapi notulensi dari dialog itu hanya tersimpan rapi dalam lemari arsip tidak pernah diaplikasikan oleh pemerintah. Cara yang paling baik untuk mensejahterakan bangsa ini adalah semua elemen masyarakat yang mempunyai potensi dan ilmu yang mumpuni hendaknya turun gunung membantu masyarakat dengan cara menyumbangkan ilmunya seperti pembuatan biogas,biodiesel,biofuel dll sehingga ketergantungan akan BBM bisa teratasi.. Begitupun dengan mahasiswa hendak mereka membimbing masyarakat kecil supaya hidup mereka sejahtera. (***)

Categories: Budaya

Oportunis

Secara sederhana oportunis dipahami sebagai sebuah sikap “mendekati sesuatu karena pertimbangan manfaat yang bisa diraih bagi diri pribadi dan meninggalkan sesuatu jika melihat sesuatu itu tidak menguntungkan bagi dirinya sendiri”. Dalam konteks beragama hal ini bisa berarti positif jika kita letakan sebagai sebuah sikap menghindari hal-hal yang membuat dosa dan mendekati demi mengharapkan pahala.

Pada kesempatan ini, penulis tidak hendak menggiring terminologi ini pada dataran religiusitas, namun lebih kepada lika-liku kita dalam kehidupan di asrama. Sebagaimana yang kita ketahui dari alumni-alumni, asrama Merapi Singgalang dan Bundo Kanduang mengalami masa pasang surut yang luar biasa. Mulai dari membiayai pajak bumi dan bangunan secara swadaya warga asrama karena tiada kucuran dana dari Pemda Sumatera Barat (sampai hari ini janji Pemda Sumbar untuk membayarkan PBB asrama belum jua terealisasi), misi-misi pribadi yang bermotif ekonomis dari beberapa orang-orang Minang yang tinggal di Yogya, sampai kampanye negatif dari komunitas mahasiswa lain yang menjelek-jelekan asrama terutama pada mahasiswa baru sehingga membuat warga baru yang berminat masuk asrama turun drastis (saya tidak akan membeberkan data-data yang ada terkait hal ini karena takut akan melampaui batas-batas etis).

Bukan hanya serangan dari luar, kita juga menghadapi tantangan dari dalam. Baik itu segelintir alumni maupun dari warga sendiri yang cendrung melihat asrama dari sudut “keuntungan apa yang saya peroleh dari asrama ”bukan berpikir apa yang bisa saya berikan kepada asrama”. Bahkan kita juga menemui beberapa individu yang rela menjelek-jelekan asrama kepada orang luar dan keluar dari asrama tanpa pamit karena melihat asrama tidak lagi menguntungkan.

Yang terjadi hari ini adalah asrama sudah mengalami metamorphosis ke arah kebaikan. Di bawah pimpinan adinda Erick Novaliga, asrama sudah sedikit mengalami riak-riak permasalahan yang menguras energi sebagaimana yang terjadi pada kepengurusan sebelumnya. Asrama perlahan menunjukan tren kemajuan, menunjukan eksistensi melalui kerja-kerja bersama, meraih prestasi melalui semangat kekeluargaan, dan Alhamdulillah, telah bisa menhadirkan internet ke kamar masing-masing warga.

Mudah-mudahan semangat kebersamaan dan arus positif ini terus berkesinambungan (meskipun saya yakin akan ada ujian-ujian yang akan menghadang). Dan semoga person-person opotunistik menyadari posisinya sehingga bisa mengambil langkah-langkah yang seharusnya. Ayo kawan-kawan kita lanjutkan perjuangan mengibarkan nama Mersi_BK dalam berbagai ajang dan event.

Categories: Budaya

Demografi Sumatera Barat

30 April 2008 mersi 4 komentar

Sumatera Barat adalah sebuah provinsi yang didominasi oleh bentang lahan perbukitan dan pegunungan dengan lereng-lereng yang terjal. Sejumlah gunung terdapat di wilayah ini, termasuk gunung tertinggi, Gunung Kerinci, di perbatasan dengan Jambi.

Ringkasan Data Sumatera Barat

Nama lengkap : Provinsi Sumatera Barat
Ibukota : Padang
Berdiri : 3 Juli 1958
Dasar hokum : UU No. 61/1958
Luas : 49.778 km2
Suku : Minangkabau, Tanjung Kato, Panyali, Caniago, Sikumbang, Gusci, Mentawai, Jambak dll.
Bahasa daerah : Minangkabau, Mandailing, Mentawai,
Rumah adapt : Rrumah Gadang atau Rumah Bagonjong
Lagu daerah : Kampuang nan Jauh di Mato, Dayung Palinggam, Ayam Den Lapeh, Barek Solok
Alat musik : Gendang Melayu, Saluang
Kesenian : Tari Piring, Tari Payung
Senjata adapt : Karih (Keris)
Komoditas utama, industri : Batu bara, Karet, Kelapa, Cengkeh, Lada, Padi, Kayu, Ikan, Marmer

Arti Lambang Sumatera Barat


(Gambar 1.1 Lambang Provinsi Sumatera Barat)

Semboyan: TUAH SAKATO

Tuah Sakato berarti Kesepaktan melaksanakan hasil mufakat atau musyawarah yang merupakan langkah yang bertuah bagi masyarakat Sumatera Barat..

Rumah Gadang
Semangat demokrasi yang menjadi ajang musyawarah masyarakat

Atap Mesjid Bertingkat Tiga
Islam sebagai agama utama masyarakat di Sumatera Barat.

Bintang Segilima
Ketuhanan Yang Mahaesa

Gelombang Laut
Dinamika masyarakat Minangkabau

Letak Geografis Sumatera Barat

Berdasarkan arah utara ke selatan, Provinsi Sumatera Barat adalah salah satu provinsi yang berada di wilayah tengah Pulau Sumatera. Wilayah provinsi Sumatera Barat meliputi dataran utama di sebelah barat Pulau Sumatera serta beberapa pulau yang termasuk dalam Kepulauan Mentawai, antara lain Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan.

Provinsi Sumatera Barat memiliki perbatasan darat dengan empat provinsi. Di sebelah selatan, Provinsi Sumatera Barat memiliki garis perbatasan darat yang panjang dengan Provinsi Jambi dan garis perbatasan darat yang pendek dengan Provinsi Bengkulu. Di sebelah timur, Sumatera Barat memiliki garis perbatasan darat yang panjang dengan Provinsi Riau. Di sebelah utara, provinsi Sumatera Barat berbatasan dengan Sumatera Utara. Garis pantai terdapat di sisi barat, yaitu berbatasan dengan Samudra Hindia. Kota Padang sebagai ibukota Provinsi Sumatera Barat terdapat di wilayah pantai ini. Kepulauan Mentawai yang terdapat cukup jauh di lepas pantai berjajar searah dengan garis pantai daratan utama dan menjadi penghalang terpaan ombak besar dari Samudra Hindia. Ini menyebabkan perairan laut antara Kepulauan Mentawai dan daratan utama provinsi Sumatera Barat merupakan perairan laut yang cukup tenang. Kondisi ini mendukung perkembangan sektor pariwisata dan perikanan di wilayah ini. Perairan tenang dapat dilayari dengan aman serta banyak kehidupan laut menjadikan perairan di wilayah ini sebagai habitat utama.

Bentang darat Sumatera Barat didominasi oleh perbukitan dan pegunungan. Wilayah dataran tinggi dan pegunungan, termasuk kawasan Bukit Barisan merupakan daerah terluas di Sumatera Barat. Sekitar 70 persen bentang darat Provinsi Sumatera Barat merupakan lahan yang tidak datar, Wilayah Sumatera Barat merupakan perbukitan dan pegunungan yang memiliki lereng-lereng yang terjal, terutama lereng-lereng perbukitan dan pegunungan di sebelah barat yang menghadap ke Samudra Hindia.

Rangkaian pegunungan mendominasi wilayah provinsi Sumatera Barat ini ditempati oleh banyak puncak gunung, di antaranya Gunung Gedang, Maitang, Marapi, Pantai Cermin, Pasaman, Tandiket, Tangga, serta Kerinci (3.800 m) yang terletak di daerah perbatasan dengan Jambi dan merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera. Sedikit lahan yang agak rata terdapat di sebelah timur dan sedikit dataran rendah terdapat di sudut tenggara serta kawasan pesisir pantai yang sempit.

Di wilayah pegunungan di bagian tengah Sumatera Barat terdapat beberapa perairan pedalaman yang menjadi sumber air penting bagi provinsi ini. Dengan luas 13.011 km2, Danau Singkarak yang melintasi wilayah Kabupaten Solok dan Tanah Datar merupakan danau terbesar di Sumatera Barat. Danau Maninjau yang memiliki luas 9.950 km2 terdapat di Kabupaten Agam. Tiga danau lainnya, yaitu Danau Diatas (3.150 km2), Danau Dibawah (1.400 km2), dan Danau Talang (1,02 km2) juga terdapat di Kabupaten Solok.

Suku Minangkabau

Populasi penduduk Sumatera Barat didukung oleh beberapa kelompok etnik. Etnik terbesar adalah suku Minangkabau. Suku Minangkabau menyebar di hampir semua wilayah daratan utama. Kelompok lainnya dalam jumlah yang lebih sedikit adalah suku Mandailing yang banyak menghuni wilayah Pasaman, orang Jawa di Pasaman dan Sijunjung, orang Tionghoa di wilayah perkotaan, dan berbagai suku pendatang lainnya. Sementara itu, Kepulauan Mentawai dihuni oleh suku Mentawai.

pakaian adat wanita minang
(Gambar 1.2 Wanita Minangkabau dengan pakaian adat)

Suku Minangkabau menempatkan perempuan pada kedudukan yang istimewa. Tidak seperti sebagian besar suku di Indonesia yang menganut sistem kekerabatan patrilineal (garis keturunan ayah), Suku Minangkabau di Sumatera Barat menganut sistem Matrilineal (garis keturunan ibu). Suku Minangkabau di Sumatera Barat merupakan suku dengan budaya Matrilineal terbesar didunia.

Potensi Ekonomi Sumatera Barat

Sumatera Barat memiliki potensi ekonomi yang cukup banyak. Perairan pantai barat serta kawasan Kepulauan Mentawai memiliki banyak kehidupan laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Nelayan dapat menangkap beragam jenis ikan di kawasan ini. Ikan kerapu, udang, rumput laut, kepiting, dan mutiara merupakan beberapa hasil perikanan laut andalan. Daerah pesisir pantai, terutama kawasan Kepulauan Mentawai menghasilkan banyak kelapa. Di daerah perbukitan dan pegunungan terdapat perkebunan karet, cengkeh, dan lada. Kawasan pegunungan yang ditutupi hutan juga menghasilkan kayu. Medan yang berat karena banyaknya lereng perbukitan atau pegunungan yang curam merupakan tantangan utama pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di provinsi Sumatera Barat ini.

SEKTOR USAHA PERTAMBANGAN


Sumatera Barat memiliki potensi bahan tambang golongan A, B dan C. Bahan tambang golongan A, yaitu batu bara terdapat di Kabupaten Sawah Lunto Sijunjung. Sedangkan Bahan tambang golongan B yang terdiri dari air raksa, belerang, pasir besi, tembaga, timah hitam dan perak menyebar di wilayah kabupaten Sawah Lunto sijunjung, Solok, 50 Kota, Pasaman, dan Tanah Datar. Bahan tambang golongan C menyebar di seluruh kabupaten kota di Sumatera Barat, sebagian besar terdiri dari pasir, batu dan kerikil sedangkan di Padang Pariaman terdapat obsidian dan batu andesit.

Salah satu yang telah banyak memberi manfaat bagi Sumatera Barat adalah batuan kapur sebagai bahan dasar industri semen. PT Semen Padang di Padang telah memanfaatkan kekayaan alam Sumatera Barat ini selama puluhan tahun. Batu kapur banyak terdapat di sekitar Padang, daerah sekitar Danau Singkarak dan Padang Panjang. Di Padang Panjang saja, deposit batu kapur yang dapat dieksploitasi mencapai 43 juta ton.

SEKTOR USAHA INDUSTRI


Industri Sumatera Barat didominasi oleh industri skala kecil dan rumah tangga. Jumlah unit industri sebanyak 47.819 unit, terdiri dari 47.585 unit industri kecil dan 234 unit industri besar menengah, dengan perbandingan 203 : 1. Pada tahun 2001 investasi industri besar menengah di Sumatera Barat mencapai Rp 3.052 milyar, atau 95,60% dari total investasi, sedangkan industri kecil investasinya hanya Rp. 1.412 milyar atau 4,40% saja dari total investasi. Nilai produksi industri besar menengah Sumatera Barat tahun 2001 mencapai Rp. 1.623 milyar, yaitu 60 % dari total nilai produksi, dan nilai produksi industri kecil hanya mencapai Rp. 1.090 milyar, atau 40% dari total nilai produksi. Pada negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat sumbangsih dari industri kecil ini dapat mencapai 80% dari total nilai produksi.

Sumatera Barat kaya akan sumber air yang melimpah juga telah banyak memberi manfaat bagi pembangunan daerah ini. Perairan danau Singkarak dan Maninjau telah lama dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air. Sumber air ini juga memiliki potensi besar untuk diolah dan dikemas menjadi air mineral.

SEKTOR USAHA PARIWISATA


Keindahan alam dan budaya Minangkabau di propinsi Sumatera Barat sudah terkenal dan mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai objek pariwisata. Umumnya tiap kabupaten dan kota di Sumatera Barat mempunyai obyek pariwisata minimal satu kategori yang potensi untuk dijadikan daerah tujuan wisata alam dan budaya. Kategori dari obyek pariwisata ini dapat berupa obyek pemandangan alam dari pantai seperti Teluk Bayur, wilayah pegunungan yang sangat mempesona, danau, ngarai dan lembah atau obyek kebudayaan.

Tujuan wisata budaya di Sumatera Barat mempunyai prospek yang tinggi untuk dikembangkan, dimana kekayaan budaya Minangkabau seperti rumah Gadang maupun kebudayaan suku Mentawai termasuk salah satu yang unik di nusantara dan dapat menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Provinsi Sumatera Barat memiliki berbagai jenis daearah dan tempat wisata antara lain: Danau Singkarak (terbesar di Sumatera Barat), Danau Maninjau, Danau Kembar, Ngarai Sianok, Lembah Anai, Lembah Harai maupun pulau Cubadak.

Kabupaten di Sumatera Barat

KABUPATEN/KOTA

IBUKOTA

Kota Bukit Tinggi

Bukit Tinggi

Kota Limapuluh

Paya Kumbuh

Kota Padang

Padang

Kota Padang Panjang

Padang Panjang

Kota Pariaman

Pariaman

Kota Paya Kumbuh

Paya Kumbuh

Kota Sawah Lunto

Sawah Lunto

Kota Solok

Kayu Aro

Agam

Lubuk Basung

Dharmas Raya

Pulau Punjung

Kepulauan Mentawai

Tua Pejat

Padang Pariaman

Pariaman

Pasaman

Lubuk Sikaping

Pasaman Barat

Simpang Empat

Pesisir Selatan

Painan

Sawahlunto Sijunjung

Muaro Sijunjung

Solok

Solok

Solok Selatan

Padang Aro

Tanah Datar

Batu Sangkar

Reference:

  • Ensiklopedia Geografi Indonesia, Muatan Lokal, Mengenal 33 Provinsi di Tanah Air, halaman 32-34, PT Lentera Abadi, Jakarta, 2006.
  • Data Litbang Bank Indonesia, Sistem Informasi Perbankan dan Kredit Mikro, 2006

Categories: Budaya

Bapatatah-Bapatitiah Awak Ciek Dulu:)

29 April 2008 mersi Tinggalkan komentar

Oleh: Andri Syahputra (Warga Mersi-Kamar 6- Sekarang sedang bergulat dengan Tugas Akhir demi meraih Gelar S.P dari Fakultas Peternakan UGM- Aktif di Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Daerah se Indonesia Yogyakarta sebagai Bendahara Umum 2007-sekarang)

Ka mudiak sahantak gala
ka hilia sarangkuah dayuang
sakato lahia jo batin
sasuai muluik jo hati

Ke mudik sehentak galah
ke hilir serangkuh dayung
satu kata lahir dengan batin
sesuai mulut dengan hati

Adat dipakai baru
kain dipakai usang
bacupak sapanjang batuang
baadat sapanjang jalan

Adat dipakai baru
kain dipakai usang
bercupak sepanjang bambu
beradat sepanjang jalan

Labuah luruih jalannyo pasa
labuah luruih nan ka ditampuah
jalan pasa nan ka dituruik

Jalan besar lurus dan jalannya jelas
jalan besar lurus yang ditempuh
jalan jelas yang dituruti

Duduak mampunyoi pamainan
Tagak mampunyoi parintang

Duduk mempunyai permaianan
Tegak mempunyai perintang (waktu)

Sia marunduak sia bungkuak
Sia malompek sia patah

Siapa yang lebih berkehendak
Tentulah dia yang harus mengalah

Adat basandi syarak,
syarak basandi Kitabullah
syarak mangato, adat mamakai
camin nan indak kabua
palito nan indak padam

Adat bersendikan agama,
agama bersendikan Kitabullah,
agama mengatakan adat memakai,
cermin yang tidak kabur,
pelita yang tidak padam

Gadang jaan malendo
panjang jaan malindih.

Besar jangan melanda
panjang jangan melindih

Barek samo dipikua
ringan samo dijinjiang
ka bukik samo mandaki
ka lurah samo manurun
tatungkui samo makan tanah
tatilantang samo minum ambun
ka mudiak saantak galah
ka hilia sarangkuah dayuang
maelo karajo jo usao
mairik parang jo barani

Berat sama dipikul
ringan sama dijinjing
ke bukit sama mendaki
ke lurah sama menurun
tertelungkup sama makan tanah
tertelentang sama minum embun
ke mudik sehentak galah
ke hilir serangkuh dayung
menghela kerja dengan usaha
menghela perang dengan berani

Budi jan tajua,
paham jan tagadai
nan kayo iyolah kayo di budi
nan mulieh ilyolah mulieh di basa

Budi jangan terjual
paham jangan tergadai
yang kaya ialah budi
yang mulia ialah basa-basi

Condong mato ka nan rancak
condong salero ka nan lamak
rancak di awak
katuju di urang

Condong mata pada yang bagus
condong selera pada yang enak
bagus untuk kita
disukai oleh orang lain juga

Categories: Budaya

Diskusi LKAAM Sumbar di Yahoo Messenger

29 April 2008 mersi Tinggalkan komentar

Dunsanak di Palanta.

Ambo manumpang manyampaikan undangan dari pengurus LKAAM Sumbar untuk disampaikan kepada seluruh Dunsanak seluruh urang awak nan berminat baiyo-batido permasalahan di sekitar kegiatan LKAAM Sumbar dalam membangun ranah Minang.

  • Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, mengajak anak-nagari untuk baiyo-batido (diskusi) dengan pengurus LKAAM Sumbar menggunakan fasilitas YahooMessenger.
  • Diskusi ini direncanakan dilakukan setiap bulan secara rutin, minggu pertama, malam pk. 20.00 – 22.00 Wib. Untuk tg. 4 Mei 2008 LKAAM Sumbar akan diwakili oleh Ketua VI, DR. Ir. Yuzirwan Rasyid, M.S, Dt. P. Gajah Tongga (yuzirwanrasyid@yahoo.co.id) dengan tema: Membangun Sumbar berbasis nagari (diresmikan oleh SBY di nagari Parik Malintang th. 2006).
  • Apabila Dunsanak belum menginstall YM di komputernya, silakan download software ini dari www.yahoo.com lalu klik tombol Messenger dan disimpan pada desktop. Dibutuhkan waktu lk. 10 -15 menit untuk mendownloadnya. Selanjutnya klik duakali ikon YM tsb. Dengan demikian software YM telah terinstall di komputer Dunsanak, lalu restart komputer.
  • Untuk melakukan chatting memakai YM seperti angka 1 di atas, silakan Dunsanak buka www.nagari.or.id lalu lihat ikon YM LKAAM.

Apabila ikon LKAAM telah status on line, lalu klik dua kali ikon tsb. maka fitur YM akan muncul di layar monitor dan ketikkan user name serta password email yahoo.com milik Dunsanak di fitur YM tsb.

Wassalam
Abraham Ilyas L 63
Admin www.nagari.or.id

Categories: Budaya