Arsip

Archive for the ‘Catatan Da Adam’ Category

DARI DOKTOR BATANG PISANG SAMPAI GURU BESAR HANYA NAMA (GBHN): Nestapa Kaum Intelektual di Sumbar

Allah meninggikan derejat orang-orang yang berilmu
(Alquran, Al-Mujadalah: 11)

Tuntutlah Ilmu
Mulaid ari turun buian
sampai ke liang lahat
(Hadist Nabi Muhammad SAW)

Dan tak satu pun ayat menyebutkan
Allah meninggikan derajat orang berkuasa
(Kuntowijoyo, 2001)

  • Dari mana kita mulai menulis?

Seorang dosen muda berbakat, dengan semangat menggebu-gebu, mendatangi saya. Ia ingin konsultasi soal dunia tulis-menulis. Katanya ia pingin jadi penulis, namun ia menghadapi kesulitan besar. Kesulitan yang dihadapinya adalah ia tidak tahu dari mana harus mulai menulis. Padahal, di kepalanya telah bergumul berbagai gagasan yang radikal dan cemerlang dari proses belajar yang ia lewati. Saya sebenarnya tidak memiliki obat apa pun dalam menghadapi persoalan seperti ini sehingga tidak dapat memberi resep bagi penyakit yang dihadapinya itu. Ketika ia tanyakan bagaimana saya memulai menulis, pengalaman sayalah yang saya ceritakan, sebagaimana juga ingin saya ceritakan dalam forum ini.

Read more…

Categories: Catatan Da Adam

Kecelakaan Intelektual di Sumatera Barat: Dosen Berprestasi, Ah yang Benar?

Jadi,
penulisan buku tidak dipersepsi
sebagai beban berat
yang harus didanai pemerintah
tetapi
sebagai rutinitas akademik
layaknya mandi dan sarapan pagi

(A. Chaedar Alwasilah, 2005)

  • Kena Tunjuk

Rabu sore, sekitar pukul 3 taktlala kampus kelabu Fakultas Sastra Unand mulai sepi ditinggal penghuninya, dosen, mahasiswa, dan karyawan sudah mulai turun, dalam kebingungan, PD I memanggil saya. Ia bercerita bahwa ia sedang mengalami kesulitan karena tak satu pun dosen yang bersedia jadi dosen teladan. Padahal, surat telah diedarkan ke jurusan sejak pertengahan Maret 2005 lalu. Hari Rabu, 18 Mei 2005 merupakan hari terakhir penyerahan nama utusan Fakultas. Dalam kebingungan itu, ia minta tolong kepada saya untuk bersedia jadi dosen teladan wakil dari Sastra. Dengan hubungan kami yang cukup akrab selama ini, dan sering juga bergurau, permintaannya yang rada-rada aneh itu saya jawab dengan “galak gadang”. Betapa tidak, jadi Dosen Teladan, apa nggak salah? Apa yang dapat diteladani dari seorang Zaiyardam? Ngajar saja pakai baju kaos oblong, tidak pernah pakai sepatu ke kampus (sandal tali), tak pandai pakai dasi, dan jam tangan pun tidak dimiliki, dan kalau lagi marah, semua jenis binatang keluar dari umpatannya (istilah Bahren, dosen muda Sastra Minang). Sementara itu, hal yang paling pokok adalah pendidikan baru S2, tak ada karya intelektual yang dibanggakan, dan tidak pula memiliki laptop yang ditenteng kian kemari sebagaimana layaknya ilmuan terkemuka Unand. Tidak dan tidak ada yang dapat dijadikan suri teladan dari seorang Zaiyardam. Ini hanya cerita bohong-bohongan, sebagaimana jutaan bohong yang dikemukan oleh para elite di negeri ini setiap harinya ataupun kaum terpelajar yang sesungguhnya tidak memiliki watak dan ciri khas sebagai kaum cendikiawan.

Read more…

Categories: Catatan Da Adam

Kecelakaan Intelektual di Sumatera Barat: BERKABUNG PANJANG

26 September 2009 mersi 2 komentar

Orang Minangkabau
seharusnya tak usahlah belajar sejarah
Sebab
Belajar sejarah membuat hidup mereka jadi semu

Karena
mereka hanya bangga dan berlindung
dengan nama besar pendahulu yang berlebihan

sehingga
ketika terjadi kecelakaan dahsat
mereka tutup-tutupi
dengan sejarah kebesaran masa lalu

Gawat darurat. Emergency. Sumatera Barat dalam Bahaya 1. Telah terjadi kecelakaan beruntun kaum intelektual di Sumatera Barat. Korban berjatuhan dipelosok kota. Kepala pecah, otak bertebaran dimana-mana dan tidak bisa digunakan lagi. Kecelakaan yang telah berlangsung selama 3 dekade terakhir ini semakin lama semakin parah dan semakin menambah jumlah korban -baik yang muda apalagi yang tua-.Terlalu banyak korban yang bertumbangan daripada yang selamat. Mereka yang betul-betul selamat dari kecelakaan hanya bisa dalam hitungan jari saja diantaranya Prof. Dr. Elfindri, Wisran Hadi, Prof. Dr. Mestika Zed, Saldi Isra, SH. MPH, Drs.Yusrizal KW, Drs. Ivan Adilla, M. Hum., Prof. dr. K. Suhaimi, Drs. Emeraldi Catra, MA, Prof. Dr. Bustannudin Agus, MA dan Lindo Karsah SS. (Dengan hati yang tulus, saya ingin ucapkan salam hormat untuk yang selamat ini).

Read more…