Posts filed under 'Islam'
Sultan Minta Pemuda Belajar dari Natsir
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X menganjurkan pemuda masa kini banyak belajar dari tokoh agama dan politik dari Sumatera Barat, M Natsir.
“Dari pengalaman-pengalaman M Natsir, pemuda saat ini akan mengerti arti pentingnya pendidikan, termasuk pendidikan agama, bahasa dan politik. Pada usia 21 tahun, M Natsir sudah menguasai 7 bahasa asing, serta sudah aktif di kancah politik,” kata Sultan pada acara Seminar Nasional Kepahlawanan Mohammad Natsir di Bantul, Sabtu (29/11).
Sultan mengatakan acara ini dapat menjadi simbolisasi jembatan hati lintasan budaya antara budaya Minang dengan Yogyakarta yang tidak bisa dipisahkan dari bagian pembangunan Indonesia baru.
“M Natsir selalu berbuat dan berdoa kepada Tuhan, prestasi politiknya yang paling spektakuler adalah menyatukan 17 negara bagian menjadi satu pada usia yang masih tergolong muda, yaitu usia 42 tahun. Dan pada usia itu, M Natsir diangkat menjadi Perdana Menteri kelima menggantikan Abdul Halim,” katanya.
Sultan menambahkan M Natsir tidak hanya tokoh politik dan ulama terkemuka di Indonesia, namun ia adalah intelektual yang menguasai khasanah ilmu-ilmu Islam, memahami agama secara komprehensif, dan cara bicaranya sejuk, sangat jauh dari menghasut. “Pola hidup M Natsir sangat sederhana, setia dan kritis,” katanya.
Sementara itu ketua Keluaraga Besar Minang Yogyakarta (KBMY), Rachmad Ali mengatakan keluarga Minang ingin menjalin hubungan keluarga dengan keluarga Daerah Istimewa Yogyakarta. “Saya tegaskan bahwa hal ini tidak ada unsur politik sama sekali,” katanya.
Racmad berharap, tokoh M Natsir dapat menjadi jembatan antara keluarga Minang dan Yogyakarta. “Sepertinya harapan kami bersambut, karena ternyata Sultan memiliki keinginan yang sama dengan kami,” katanya. Rachmad juga menegaskan bahwa sosok Sultan sangat cocok menjadi Presiden Republik Indonesia mendatang, karena Sultan merupakan pemimpin yang memperhatikan orang kecil dan sangat menghargai perbedaan budaya.
Sumber:http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=18502
Add comment 6 Desember 2008
Arab Saudi Mulai Puasa Senin
Oleh: Yasin Santu – detikNews
Makkah – Arab Saudi dipastikan mulai menjalankan ibadah puasa hari Senin besok. Kepastian awal bulan suci Ramadhan 1429 H telah diumumkan secara resmi oleh Dewan Kerajaan Arab Saudi yang disiarkan di media elektronik siaran setempat.
“Dewan Tertinggi Mahkamah Agung Arab Saudi melakukan sidang itsbat ba’da magrib hari Sabtu 29 Sya’ban 1429 H, telah menentukan bahwa malam minggu masih termasuk malam tanggal 30 Sya’ban 1429 H bertepatan tanggal 31 Agustus 2008 M dengan demikian dipastikan bahwa hari Senin bertepatan tanggal 1 September 2008 adalah awal bulan suci Ramadhan”. Demikian dilansir Saudi Press Agency (SPA), Sabtu (30/08/2008).
Hadir pada sidang itsbat para anggota Dewan Tertinggi Mahkmah Agung Arab Saudi, Nasir bin Ibrahim Al Habib, Gaihab bin Muhammad Al Gaihab, Muhammad bin Abdullah bin Amir, Muhammad bin Sulaiman Al Badr dan Shaleh bin Muhammad Al Luhaidan.
Negara Arab lainnya, seperti Mesir, Qatar, Yaman dan Iraq, juga telah mengumumkan hari Senin, 1 September 2008 sebagai awal bulan suci Ramadhan tahun 1429 H.
Add comment 31 Agustus 2008
Habib Rizieq Shihab Vs Abdurahman Wahid
Di Mana Habib Rizieq dan Abdurrahman Wahid Sebelum Kasus Monas. Apa yang dilakukan Habib Rizieq dan Abdurrahman Wahid beberapa hari sebelum pecahnya bentrokkan di Monas, Ahad, 1 Juni 2008, bisa dijadikan cerminan siapa yang berjuang membela agama Allah SWT ini dan mana yang malah berada di sisi musuh Allah SWT? Inilah faktanya:
Habib Muhammad Rizieq Syihab
Sejak pertengahan Mei 2008, Habib Rizieq memiliki kesibukan tersendiri dengan pengacara Indra Sahnun Lubis, SH, sahabatnya. Keduanya bukan tengah mengurus masalah hukum, namun tengah mempersiapkan seorang selebritis yang mau kembali ke Islam.
Kepada sang artis, Habib berkali-kali menanyakan apakah dirinya memang sungguh-sungguh ingin kembali ke Islam, bukan dengan paksaan atau ada motivasi lain selain hidayah dari Alah SWT. Sang artis, bernama Steve Emmnauel, berkali-kali pula menyatakan keseriusannya dan menegaskan jika keinginannya itu keluar dari hati nuraninya sendiri. Bukan paksaan siapa pun.
Akhirnya, pada hari Sabtu, 24 Mei 2008, didampingi oleh Pengacara Indra Sahnun Lubis, Steve Emmanuel mengucapkan dua kalimah syahadat di depan Habib Rizieq, puluhan anggota FPI, dan para wartawan. Setelah bersyahadat, Steve memilih nama baru “Yusuf Iman”. Menurutnya, nama tersebut dipilih Steve alias Yusuf Iman karena terinspirasi oleh Cat Steven, seorang penyanyi ternama Inggris yang kembali ke Islam dan mengubah namanya menjadi Yusuf Islam.
“Alhamdulillah, saya senang, bahagia, merasa excited. Sebentar lagi mau bulan puasa, mungkin ini jadi awal yang baik untuk saya, ” ujar Yusuf Iman usai resmi mengucap dua kalimah syahadat. Kini Yusuf Iman mengisi hari demi hari dengan mendalami Islam bersama seorang Ustadz yang ditunjuk untuk membinanya.
Abdurrahman Wahid
Awal Mei 2008, Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika serikat memenuhi undangan Simon Wiesenthal Center (SWC), sebuah LSM Zionis garda terdepan di AS. SWC akan menganugerahkan Medal of Valor, Medali Keberanian, buat Durahman yang dianggap sangat berani membela kepentingan Zionis di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar dunia bernama Indonesia .
Dalam konferensi pers di Gedung PBNU Jakarta , sebelum keberangkatannya, Durahman menyatakan bahwa kepergiannya ke AS selain untuk menerima penghargaan tersebut juga akan merayakan seklaigus mengucapkan selamat atas kemerdekaan negara Israel ke-60. Durahman bukannya tidak tahu jika kemerdekaan Israel merupakan awal dimulainya teror, pembunuhan, pemerkosaan, pengusiran yang dilakukan teroris Zionis Yahudi terhadap ratusan ribu hingga jutaan warga Palestina yang sampai detik ini masih jutaan jumlahnya yang menjadi pengungsi di negeri-negeri sekitar tanah airnya. Tapi Durahman telah memilih posisi sebagai sekutu Zionis-Israel, bukan Palestina.
Acara penganugerahan medali tersebut dilakukan dalam sebuah acara makan malam istimewa yang dihadiri banyak tokoh Zionis Amerika dan Israel, termasuk aktor pro-Zionis Will Smith (The Bad Boys Movie), di Beverly Wilshire Hotel, 9500 Wilshire Blvd., Beverly Hills, Selasa (6 Mei), dimulai pukul 19.00 waktu Los Angeles.
Sebagai tuan rumah adalah Rabbi Mervin Hier (Pendiri SWC dan Rabbi paling berpengaruh di AS 2007-2008), yang dengan tangannya sendiri mengalungkan medali tersebut ke leher Durahman. Durahman sendiri, sambil terus duduk di kursi rodanya, tersenyum dan mencium dengan penuh takzim medali tersebut. Inilah seorang manusia yang bernama Abdurrahman Wahid, tokoh sentral dalam AKKBB.
Sudah sedemikian jelas sekarang, siapa yang memperjuangkan Islam dan siapa yang memilih bersekutu dengan musuh-musuh Allah SWT. Masihkan Anda ragu mengambil posisi dalam perjuangan ini?
Sumber: Milis Rantau Net
15 comments 10 Juni 2008
Buya Hamka Tulis Buku Tasawuf untuk Obati Masyarakat Modern
Menulis buku mengenai tasawuf bagi Buya Hamka (1908-1981), semata-mata dilakukan untuk mengobati jiwa masyarakat modern yang semakin jauh dari nilai dan ajaran agama.
“Buya Hamka menulis buku yang bertajuk Tasawuf Modern untuk mengobati jiwa masyarakat modern yang mengalami goncangan jiwa dan gangguan ruhani,” kata Kepala Kantor Masjid Agung Al Azhar, Amliwazir Saidi, di Jakarta, Jumat (11/4).
Amliwazir menjelaskan, tasawuf yang dimaksud oleh Hamka adalah membicarakan hakikat kebenaran Tuhan dengan cara bahwa manusia harus mengenal hakikat dirinya sendiri.
Amliwazir menuturkan, Hamka mendefinisikan sufi sebagai meninggalkan budi pekerti yang tercela dan memasuki budi pekerti yang terpuji, berakhlak tinggi, sanggup menahan haus dan lapar.
Maka, lanjut Amliwazir, yang dimaksud dengan Tasawuf Modern oleh Hamka adalah mengembalikan akar tasawuf ke asalnya yang semula yaitu ajaran Alquran dan Assunnah.
Ketua PBNU, Dr Said Agil Siraj dalam kesempatan terpisah, Kamis mengatakan, Hamka merupakan sosok yang menjadi pionir dalam penyebaran ilmu tasawuf secara nasional di Tanah Air.
“Melalui buku Tasawuf Modern’ Buya Hamka adalah yang pertama mengangkat tema tasawuf di tingkat nasional,” kata Said.
Menurut Said, melalui karya tersebut tasawuf tidak lagi dikenal sebagai sekumpulan orang yang kumuh tetapi merupakan suatu pola pikir yang bisa diaplikasikan dalam zaman modern.
Selain itu, ujar dia, banyaknya kutipan dari pemikiran Imam Al Ghazali dalam Tasawuf Modern juga mengindikasikan bahwa tasawuf Buya Hamka mengacu kepada Tasawuf Sunni.
“Tasawufnya Buya Hamka adalah Tasawuf Sunni, bukan Tasawuf Falsafi apalagi Tasawuf Kejawen,” kata Said.
Tasawuf atau sufisme itu sejauh ini masih menjadi sesuatu hal yang kontroversial bagi sejumlah umat Islam. Para sufi banyak yang kerap dianggap menyimpang antara lain Ibnu Arabi yang memformulasikan konsep ala pantheisme bernama “Wihdatul Wujud” atau kesatuan wujud yang berisi keyakinan bahwa manusia dapat bersatu dengan Tuhannya.
Masjid Al Azhar pada tahun 2008 menyelenggarakan peringatan 100 Tahun Buya Hamka dengan menggelar berbagai acara antara lain dialog terbuka, festival budaya, dan rencana pembuatan Buya Hamka Center. antara/is
Sumber: http://www.republika.co.id – Jumat, 11 April 2008 16:36:00
1 comment 14 April 2008