Journey to Dieng


Dari Kiri ke Kanan: Jofri 2010, Nandes 2010, Andri 2002, Reni (urang rumah Tommy), Irma 2010, Erick 2003

Assalamualaikum… Perkenalkan nama saya Erick Novaliga , saya akan mencoba memandu teman teman dalam perjalanan yang telah kami tempuh dari Asrama Merapi Singgalang ke Dataran Tinggi Dieng. Acara ini sebenarnya bersifat semi jalan jalan dan ajakan dari Alumni Asrama Merapi Singgalang yaitu saudara kita Tommy angkatan 2002 yang telah bekerja di salah satu perusahaan di Kalimantan. Nah , berhubung beliau kali ini merayakan Hari Raya Idul Fitri di Jogja maka ajakan beliau kami penuhi sekaligus refreshing tubuh dan pikiran , maklum saja karena kami begitu merindukan berlebaran di kampung makanya kami melakukan perjalanan wisata yang siapa tau dapat mengobati kekecewaan tidak dapat pulang berlebaran tahun ini.

Oke !! Kenapa harus Dieng? Bagi yang belum pernah kesana pasti bertanya tanya tempat seperti apakah Dieng ini. Nah , berdasarkan informasi dari saudara kita Andri Syahputra , Dieng ini sebenarnya adalah dataran tinggi yang terletak di Jawa Tengah yang berdekatan dengan Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo , dan juga bersebelahan dengan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dikarenakan beliau sudah pernah kesana beberapa waktu yang lalu , alhasil Dieng menjadi tempat tujuan wisata lebaran kali ini.

Setelah tempat wisata di tetapkan , mulailah kami menyiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan perjalanan kali ini. Yang pertama tentu saja transportasi, yang pertama kali terlintas adalah menyewa mobil , dengan jumlah anak asrama yang berminat jalan jalan lumayan banyak maka rental mobil adalah salah satu solusi nomer satu mengingat Dieng adalah dataran tinggi maka bisa dipastikan cuaca disana sangat sangat dingin. Selanjutnya adalah konsumsi , jalan jalan tanpa makanan seperti sayur tanpa garam , begitulah pribahasa yang cocok di gambarkan menurut saya.hahahaha. Dengan skill cooking atau memasak yang mumpuni dari saudara kita Andri dan Tommy maka , duet chef asrama kita ini mulai mengerjakan segala sesuatunya. Sekitar jam 21.00 mulailah mereka bermain main dengan pisau dapur , kompor ,dan bahan bahan masak lainnya. Akhirnya jam 01.00 masakan pun selesai dikerjakan , dan selesai sudah persiapan buat jalan jalan kita kali ini.

15 September 2010 , adalah tanggal yang di tetapkan , berhubung sudah ada perjanjian dengan pihak rental mobil , maka pukul 08.00 adalah jadwal keberangkatan kami. Sekitar pukul 07.30 mobil Xenia Coklat sudah parker di depan asrama dan seperti biasa , anak asrama masih sibuk mengurus dirinya masing masing , ada yang blum mandi trus pilih pilih kostum yang akan dikenakan , maklum saja setiap acara pasti ada berfoto foto. Kali ini sponsor kodak kodak kali ini adalah Camera Olympuss milik Andri Syahputra ( iklan dikit ah ).

Setelah semua penumpang lengkap , akhirnya dimulailah perjalanan ini. Eits , nanti dulu saya akan memperkenalkan penumpang yang ada di atas mobil. Dimulai dari ruang driver, sebut saja namanya Pak Bambang.kemudian dikirinya ada saya selaku navigator. Kemudian di tengah ada Andri Syahputra , trus ada Da Tommy , kemudian Ibu Negara yaitu Uni Reni . Bagi yang belum kenal sosok wanita berjilbab ini , beliau adalah salah satu alasan kuat kenapa Uda Tommy berlebaran di jogja tahun ini.hahaha piss da tom. Di sudut belakang bagian mobil ada tiga orang Calon Warga Asrama Merapi Singgalang dan Bundo Kanduang. Ada Irma , adalah adik kandung dari Andri Syahputra, kemudian ada Yofri yang sebenarnya sedang kurang enak badan tapi pengen ikut jalan jalan , daripada ditemani kasur dan bantal mendingan ikut berwisata ceria. Dan yang terakhir ada Nandes, sosok laki laki ini adalah adik kandung dari Uda Tommy , bisa di bilang acara ini ada pengenalan dari masing masing keluarga.hahaha bagarah dot kom da tom..

Kembali lagi ke Jalan raya , posisi mobil saat ini sedang melintas di JL Magelang , setelah melakukan pengisian bensin , Pak Bambang tampaknya sudah siap memacu mobilnya, ternyata si bapak juga tidak sabar ingin cepat cepat sampai tujuan. Menurut penuturannya , beliau juga sudah lama tidak ke Dieng , yang katanya sih masih jaman jaman muda terakhir kali kesana. Setelah 2 jam perjalanan akhirnya kami sampai di Borobudur , sayang sekali kami nggak menyempatkan diri kesana karena waktu yang tidak memungkinkan, “ kalau ado wakatu wak main main kasinan lai “ begitu kata Pimpro jalan jalan kita saudara Andri.

Tak terasa mobil sudah sampai di Kabupaten Wonosobo tepatnya di Camp Pendakian gunung Sindoro , setelah cemilan demi cemilan kami lahap namun yang namanya rasa lapar nggak bisa di obati dengan cemilan saja. Dengan menahan sabar dari tadi , akhirnya Uda Tommy meminta pak supir mencari tempat berhenti sejenak untuk makan, dan kemudian mobil diparkir di lapangan rumput hijau yang luas persis dibawah Camp Pendakian.

Setelah tiga puluh menit istirahat makan dan berfoto foto , Xenia akhirnya bergegas meninggalkan Camp Pendakian Gunung Sindoro. Ternyata setelah satu jam perjalanan , kami akhirnya merasa ada keanehan diseputar jalan yang kami lalui, nggak ada satupun mobil yang berpapasan sepanjang jalan alternatif tersebut.Akhirnya kami tarik kesimpulan bahwa saat itu kami sedang tersesat. Tak lama kemudian setelah bertanya tanya ke penduduk sekitar barulah kami kembali ke jalur yang seharusnya di lewati. Dan akhirnya kami mendapati pos penjagaan yg bertuliskan LOKET WISATA DIENG.

Setelah membayar tiket masuk seharga tiga ribu rupiah per kepala, berbekal peta lokasi yang kami dapatkan di loket tadi, kami pun melanjutkan perjalanan. Jalur yang kami tempuh saat itu dilalui dengan tanjakan yang terjal. Kemanapun mengalihkan pandangan hanya akan menemui bukit bukit yang telah di tanam sayur sayuran , benar benar pemandangan yang membuat kami sibuk menikmati keindahan Dieng tersebut. Untuk sekedar informasi , ternyata Dieng adalah penghasil sayur sayuran yang nantinya akan di pasarkan di Propinsi Jawa Tengah.

Waktu saat itu menunjukkan pukul 14.00 ,kami akhirnya sampai di Telaga Warna , salah satu dari tempat wisata lainnya yang ada di dataran tinggi dieng. Konon katanya Telaga Warna ini mempunyai tiga warna, untuk memastikannya akhirnya kami membeli tiket masuk seharga lima puluh ribu rupiah untuk tujuh orang. Setelah berjalan 10 meter akhirnya kami sampai di Telaga Warna , dan ternyata kisah tentang tiga warna tersebut benar adanya. Kami pun berjalan mendekati Telaga tersebut , sejenak kemudian tercium bau yang tidak sedap sepanjang menyisir jalan setapak itu. Menurut penuturan Da Andri , Telaga Warna itu ternyata mengandung belerang , maka tak heran kalau bau busuk tersebut itu ada, dan tampaknya Da Andri sudah terbiasa dengan bau tersebut.hihihihi..

Akhirnya Sponsor kita akhirnya melakukan tugasnya sebagai mana mestinya. CAMERA OLYMPUS!! begitu yang tertera di bagian kamera tersebut. Setelah sesi demi sesi pemotretan , bermacam macam gaya gaul berfoto, dan kayaknya sih udah kehabisan gaya, akhirnya model model kita ini rupanya nggak sanggup lagi berlama lama disana, maklum saja kemana pun kaki melangkah pasti akan mencium bau busuk dari belerang dan cuaca yang sangat dingin..brrrrrrrrrrrrrrrrr…

Dari Kiri ke Kanan: Jofri 2010, Erick 2003, Reni, Tommy 2002, Nandes 2010, Irma 2010

Akhirnya destination kita selanjutnya yaitu Candi Arjuna , tapi sayangnya berhubung cuaca lagi hujan , maka kami hanya menikmati candinya dari dalam Xenia seraya diiringi cerita cerita dari Da andri yang pernah singgah kesana beberapa waktu lalu. Pak Bambang pun sepertinya sudah nggak tahan untuk merokok , akhirnya mau gak mau saya juga ikut menemani beliau ngerokok , maklum saja cuaca saat itu dingin sekali ( alibi ). Kami pun melanjutkan ke sebuah tempat unik lainnya yaitu Kawah Sikidang , ternyata Kawah Sikidang digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU ) , pantas saja disepanjang jalan melintang pipa pipa berukuran besar yang mengarah kearah kawah tersebut. Sesampainya disana , cuaca masih hujan , akhirnya yang turun dari mobil hanya Calon mempelai kita yaitu Da Tommy dan Uni Reni , maklum saja Da Tommy kita ini tanggal 21 september sudah harus ada di Kalimantan , jadi ya kita kita yang ada di atas mobil harus ngerti aja.hahahaha…

Selagi menunggu da tommy , saya diatas mobil sibuk memperhatikan peta wisata tersebut , tercatat ada sekitar 18 tempat wisata yang ada di Dataran Tinggi Dieng tersebut , bisa di bilang Dieng adalah tempat wisata yang cocok untuk menginap saking begitu banyak nya tempat wisata disana. Bagi teman teman yang ingin melahap semua tempat wisata itu juga disediakan beberapa villa atau homestay disana.

Setelah bosan menghabiskan cemilan cemilan , akhirnya Dua Sejoli itu menampakkan sosoknya dari kejauhan , menurut penuturan mereka Kawah tersebut juga mempunyai wangi yang sama dengan Telaga Warna , bisa di tebak kalau Kawah Sikidang ini juga mengandung belerang..

Setelah semua penumpang lengkap , kami pun bergegas meninggalkan Kawah Sikidang. Berhubung hari sudah menunjukkan pukul 17.00 , kami sepakat untung mengakhiri wisata kali ini. Tapiiiii , nah ada tapinya , sebelum pulang ternyata stok logistik kami ternyata masih banyak , dan kami memutuskan beristirahat disalah satu tempat wisata juga yang kebetulan sejalur dengan rute pulang ke arah jogja. Adalah Gardu Pandang , tempat ini adalah tempat peristirahatan bagi para para wisatawan. Gardu Pandang ini bangunan yang bisa dikatakan berbentuk seperti menara mercusuar,terdiri dari dua tingkat dan dari sana bisa menikmati pemandangan kota dari atas bukit. Dan di sesi istirahat kali ini tampaknya Pak Bambang nggak kuat lagi menahan laparnya , bisa di lihat dari cekatannya beliau meratakan makanan ini.hahahaha.

Setelah model model kehabisan gaya , akhirnya kami pun bergegas meninggalkan Gardu Pandang menuju pulang , dan di sepanjang perjalanan saya tidak bisa memandu teman teman , karena selama perjalanan pulang saya tertidur di atas mobil, kalau bahasa padangnya begini “ kalau salasai makan lamaknyo lalok “. Namun menurut pengakuan nandes , rupanya pak Bambang sesekali mengajak ngobrol saya tapi akhirnya dia sadar kalau saya sudah tertidur pulas, I am sorri pak bambang. hahaha.

Akhirnya jam 22.00 kami pun sampai di Asrama Merapi Singgalang , perjalanan yang lumayan melelahkan tapi lumayan menambah pengetahuan tentang tempat wisata yang ada di Jawa Tengah. Tampak da Tommy sudah bersiap siap mengantarkan Ibu Negara pulang ke rumahnya , dan kami pun segera melanjutkan istirahat di asrama. Bisa di ambil kesimpulan dari Dataran Dieng ini , bahwasanya tempat ini sangat sangat dingin , dan apabila teman teman mau berkunjung ke Dieng mesti mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari perlengkapan seperti jaket ato pakaian yang menutupi sekujur badan. Akhir kata , cukup sekian sedikit cerita dari perjalanan kami lebaran tahun ini , jika ada perkataan yang tidak berkenan mohon di maafkan.

Wassalam…

NB: Laporan Eksklusif dari Erick Novaliga (Mantan Ketua Asrama tahun 2007-2008)…

About admin

asrama mahasiswa sumatera barat merapi singgalang yogyakarta

Posted on 16 September 2010, in Berita Asrama. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Begitulah kira kira sodara admin…hahaha

  2. he2.. thank atas reportase diengnya pak tua.. nampaknyo pak tua memang ado bakat jadi penulis sekaligus jadi guide pariwisata.. he2..:)

  3. haaha, rancak carito e da, buek novel fiksi la, isi2 ttg juorney, da anggun ba’a cara upload carito?
    chan nio upload carito k siung?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: