Hutanku Memanggil Deandels Kembali


Oleh : Arfan Ghafiki (Mersi  2009)

Manajemen Hutan UGM 

Keberhasilan bangsa Belanda dengan VOC-nya untuk menciptakan kemakmuran, khususnya dari penebangan kayu jati hutan alam di Jawa, telah menimbulkan akses tumbuh suburnya budaya korupsi.  Lokasi Hindia Timur (Indonesia) yang jauh dari negeri Belanda menyebabkan kontrol dari pemerintah terhadap sepak terjang VOC menjadi sangat longgar. Akhirnya budaya korupsi ditubuh VOC tersebut-lah yang menjadikan serikat dagang itu bangkrut pada tahun 1799. Peralihan kekuasaan dari tangan VOC ke pemeritah kerajaan Belanda ternyata memerlukan beberapa waktu. Kebetulan pada awal abad ke-19 kerajaan Belanda jatuh menjadi jajahan Republik Perancis yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte. Untuk memimpin Hindia Timur akhirnya ditunjuklah seorang laksamana angkatan laut yang mempunyai karakter mirip Napoleon, yaitu Herman Willem Deandels. Dia ditetapkan menjadi gubenur jendral tahun 1808, untuk memerintah nusantara yang waktu itu dikenal dengan nama Hindia-Belanda.

Kenyataan yang tidak bisa lepas saat itu adalah bahwa hasil kayu jati dari Jawa merupakan komoditas yang sangat penting untuk membangun perekonomian Belanda dan Eropa. kayu jati sudah terlanjur menjadi bahan baku yang amat penting untuk industri kapal di Amsterdam dan Rotterdam. Padahal waktu itu kondisi hutan jati di Jawa telah dianggap mengalami kerusakan yang berat akibat Penambangan Kayu (Timber Extraction) yang berlebihan pada masa kekuasaan VOC. Maka, salah satu amanat berat yang dipikul Deandels saat itu adalah merehabilitasi hutan jati di Jawa yang telah sangat rusak.

Agar Deandels dapat melaksanakan amanat tersebut, sebelum berangkat ke Jawa dia ditugaskan untuk terlebih dahulu belajar ilmu-ilmu rehabilitasi hutan di Jerman. Pada abad 17 Jerman sudah dikenal diseluruh eropa sebagai negara yang paling berhasil membangun hutan tanaman monokultur yang dikenal sebagai metode Timber Management. Ilmu kehutanan Jerman saat itu dianggap yang paling maju dalam usaha pengelolaan kehutanan. Maka, dengan bangga Deandels berangkat ke Jerman dengan harapan dapat menerapkan ilmu baru untuk membangun hutan jati di Jawa. Apa yang diusahakan Deandels terbukti tidak sia-sia. Hanya dalam waktu tiga tahun Deandels berhasil meletakkan dasar-dasar pengelolaan hutan jati yang mirip dengan apa yang telah berjalan di Jerman. Disamping ilmu pengetahun yang dimilikinya, kelebihan Deandels untuk untuk berhasil melaksanakan tugas tersebut adalah karena sifat dan kemauannya yang keras. Sikap Deandels yang keras tersebut dipandang oleh mereka yang lemah dalam berfikir sebagai sikap diktator.

Sebagai penutup dari artikel singkat ini, Deandels berhasil menyelesaikan masalah Hindia Timur yang sangat rumit warisan VOC waktu itu. Dalam bidang pengelolaan hutan, keberhasilan Deandels bisa disebabkan oleh sedikitnya dua hal, yaitu pertama dia menguasai iptek sesuai dengan permasalahan yang dihadapi, dan kedua dia mempunyai kepemimpinan yang diperlukan pada saat kritis tersebut. Sifat kepemimpinan tersebut adalah berbau otoriter, karena sifat kepemimpinan yang demokratis pada saat kritis tidak akan menghasilkan apa-apa selain obrolan demokrasi kosong belaka. Hikmah yang dapat diambil dari fenomena Deandels adalah; dalam masa reformasi yang masih carut marut ini,  tampaknya Indonesia juga memerlukan seorang Deandels, termasuk untuk membereskan masalah kehutanan Indonesia yang setiap detik semakin berada pada titik nadir. Deandels, hutanku memanggilmu kembali.

About admin

asrama mahasiswa sumatera barat merapi singgalang yogyakarta

Posted on 24 Februari 2012, in Sejarah, Serba-Serbi. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. wah.. mantap mah artikelnyo kan..:)

  2. rancak artikel
    satu tanggapan/atau pertanyaan atau apalah atas artikel ini
    apo yang harus dipabuek untuk hutan indonesia mnrut pnlis?

  1. Ping-balik: Hutanku Memanggil Deandels Kembali | Anak Rimba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: