FRAKTAL: KARYA BESAR TUHAN DARI KEKACAUAN


Oleh : Yogi Syafri Can Putra

Matematika UGM 2010

Angkatan Mersi 2010

Pernahkah anda mendengar tentang crop circle?  Mungkin juga anda berdiri di atas gunung dan melihat  patahan bumi yang begitu indah seperti di Ngarai Sianok atau Grand Canyon? Atau sekali-sekali anda memperhatikan struktur dari tanaman paku atau suplir? Barangkali andapun pernah mencoba melihat butiran salju dengan mikroskop? Indah bukan? Kebanyakan kita mungkin tidak tahu bahwa kejadian-kejadian di dunia ini muncul tidak serta merta tanpa perhitungan numerikal yang terukur. Banyak kita yang tak sadar kekayaan alam ciptaan Tuhan di jagat raya ini menyimpan sebuah keberaturan dari sebuah bentuk yang kacau atau dalam bahasa Inggris disebut chaos.  Keberaturan tersebut singkatnya terlihat sebagai bidang tunggal yang berulang dan membentuk pola. Nah, dalam matematika cabang ilmu yang menjelaskan fenomena keberaturan benda-benda kacau nan indah itu dinamakan Geometri  fraktal.

Fraktal adalah benda geometris yang kasar pada segala skala, dan terlihat dapat “dibagi-bagi” dengan cara yang radikal. Istilah fraktal dibuat oleh Benoît Mandelbrot pada tahun1975 dari kata  latinfractus yang artinya “patah”, “rusak”, atau “tidak teratur” Beberapa fraktal bisa dipecah menjadi beberapa bagian yang semuanya mirip dengan fraktal aslinya. Fraktal dapat terbentuk secara umum dengan perulangan pola geometris tunggal dengan menggunakan perbandingan tertentu.

Ide mengenai bangun fraktal sebenarnya sudah cukup lama dikenal. Dulu ide-ide konseptual fraktal muncul saat definisi-definisi tradisional geometri Euklides dan kalkulus gagal menganalisis objek-objek kurva monster tersebut. Penjabaran mula-mula fraktalisasi dimulai pada abad pertengahan oleh ilmuwan fisika Tycho Brahe (1546-1601) dan Johannes Kepler (1571-1630) mengenai teori orbit benda-benda langit di tata surya. Lintasan planet-planet yang mengelilingi matahari ini berbentuk ellips yang tak standard. Nampak ada kecekungan lain yang membuat orbit-orbit bumi beserta benda langit membentuk pola chaos. 

Selain itu pada tahun 1872 Karl Theodor Wilhelm Weierstrass menemukan contoh fungsi dengan sifat yang tidak intuitif yaitu kontinu di manapun namun tidak terdifrensiasi di manapun. Grafik dari fungsi tersebut akan disebut fraktal di masa sekarang. Mulanya fraktal tervisualisasi sangat terbatas pada pola rumit di alam sampai lahirnya teknologi computer yang sangai memadai sehingga kenampakan geometri fraktal sangat mudah sekali dirancang untuk keperluan-keperluan di bidang ilmu pengetahuan lain.

Baru-baru ini kita dikejutkan oleh sebuah kejadian aneh tentang sebuah pola aneh yang terbentuk di ladang pertanian seorang warga di Daerah kabupaten Bantul, Yogyakarta. Terlepas dari cerita menankutkan yang tersebar bahwa kejadian itu dilakukan oleh makhluk luar angkasa yang datang ke bumi untuk menyampaikan pesan, sebenarnya kita tak perlu heran jikalau kita mengerti pola-pola ini tak muskil dibuat dengan teknologi computer zaman kini dengan menggunakan teori geometri fraktal. Pola yang tergambar di tempat tersebut belum ada apa-apanya jika kita bandingkan di tempat-tempat lain di belahan dunia yang sangat rapi dibuat dan tingkat presisi geometri yang apik.

Aplikasi Fraktal di bidang ilmu pengetahuan amat beragam. Di antaranya: Klasifikasi slide hispatologi di ilmu kedokteran , Pembuatan musik jenis baru, Pembuatan berbagai bentuk karya seni baru, kompresi data  dan sinyal, seismologi dan kosmologi. Di bidang forex trading kita dapat mengambil keputusan trading dengan mengambil posisi sesuai arah breakout fraktal. Jika harga bergerak melewati fraktal naik, maka posisi yang diambil adalah buy (pembelian). Sebaliknya jika harga bergerak melewati fraktal turun, maka posisi yang diambil adala Sell (jual). Akan tetapi tidak seluruh fraktal dapat dijadikan sinyal. Hanya fraktal yang dilalui oleh fraktal lain dengan arah yang berlawanan saja yang dapat dijadikan sebagai sinyal. Fraktal ada juga yang berjenis start, yakni fraktal yang menjadi titik awal fraktal sinyal. Dengan kata lain fraktal yang selalu disusul dengan fraktal lain yang berlawanan arah. Sehingga Fraktal Start juga dapat digunakan sebagai penempatan Stop Loss.

Inilah karya besar Tuhan yang tak bisa kita pungkiri keberadaannya. Fraktal lahir dari bentuk kacau menjadi pemandu mengetahui sosok keberaturan benda-benda langit dan bumi. Dengan mempelajari hakikat fraktal pula kita mestinya sadar akan kelemahan-kelemahan dalam diri kita bahwasanya hal tersebut merupakan potensi besar yang harusnya mampu mengubah kita menjadi pribadi yang berguna untuk sesama.

Dikutip dari berbagai sumber

About admin

asrama mahasiswa sumatera barat merapi singgalang yogyakarta

Posted on 2 April 2012, in Iptek, Sciense, Serba-Serbi. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: