WAKTUNYA UNTUK ADIL TERHADAP BANGSA SENDIRI


sawit

 

Oleh : Arfan Ghafiki

Mahasiswa Jurusan Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada

Mersi 2009

Merupakan kesempatan yang sangat langka dan menarik untuk bisa hadir dan mendengarkan langsung wejangan dari Mentri Kehutanan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan pada peringatan Dies Natalis ke-49 Fakultas Kehutanan UGM pada 19 Oktober 2012. Ada satu hal yang menarik dari ucapan Pak Mentri saat itu. Kadang kita tidak adil terhadap bangsa sendiri,” tutur beliau. Zulkifli Hasan kemudian mengutip risalah laporan riset McKenzie yang menyoroti perkembangan Indonesia di masa kini dan proyeksi Indonesia di masa datang.  Riset McKenzie menyebut negara-negara di dunia membutuhkan waktu yang bervariasi untuk melipatgandakan GDP-nya sebesar dua kali lipat.  Eropa membutuhkan waktu 150 tahun, Amerika Serikat 60 tahun, India 16 tahun dan Cina 12 tahun.  “Sedangkan Indonesia, hanya membutuhkan waktu delapan tahun,” kata beliau. Sebagai gambaran, pada 1998, pendapatan Indonesia per kapita baru mencapai 500 dolar AS.  Namun saat ini, pendapatan per kapita telah mencapai 3.600 dolar AS.  Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terus tumbuh walaupun krisis ekonomi tengah melanda Eropa dan kondisi ekonomi di AS belum pulih sepenuhnya.  Dalam situasi seperti ini, kata Zulkifli, ekonomi Indonesia masih tumbuh 6,3 hingga 6,5 persen.  Namun seolah itu semua tidak tampak dan tidak muncul kepermukaan.

Yang menarik bagi saya terkait pernyataan Zulkifli Hasan tersebut diatas adalah bahwa politik media massa dan politik dunia internasional memegang peranan penting dalam politik sumber daya alam di Indonesia. Sebagai contoh mari kita lihat permasalah kelapa sawit di Indonesia.

Saat ini Indonesia sedang diekspansi besar-besaran oleh perkebunan kelapa sawit. Indonesia sekarang merupakan salah satu produsen minyak sawit mentah terbesar di dunia. Eropa dan Amerika mengambar-gemborkan bahwa kerusakan hutan Indonesia disebabkan oleh banyaknya lahan yang dijadikan kebun kelapa sawit. Mereka menyatakan bahwa perkebunan sawit merupakan penyebab dari deforestasi.

Jika kita mengutip pernyataan mantan Mentri Pertanian Republik Indonesia, Prof. Bungaran Saragih, deforestasi di Indonesia disebabkan oleh (1) kebakaran hutan, dimana hanya dalam beberapa hari bisa memusnahkan ratusan hektar kawasan hutan. (2) illegal logging. (3) pertambangan. (4) perkebunan sawit. Indonesia mempunyai luasan daratan 198 juta hektare dan hanya 7 juta hektare yang ditanami kelapa sawit. Ini artinya hanya 3% dari luasan wilayah secara keseluruhan. Pertanyaannya; apakah 3% itu benar-benar berbahaya? Dibandingkan dengan 3  penyebab lain deforestasi di Indonesia?

Kelapa sawit merupakan tumbuhan yang sangat efisien dalam merubah cahaya matahari menjadi minyak. Minyak mentah sawit merupakan bahan baku yang sangat penting untuk menunjang kehidupan manusia di bumi. Yang saya tangkap adalah ada kekhawatiran dari negara-negara Eropa dan Amerika kalau nantinya Indonesia memonopoli perdagangan sawit dunia. Mereka tidak ingin kecolongan lagi seperti sekarang ini negara-negara Timur Tengah memonopoli perdagangan minyak bumi. Karena seiring perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat dunia, minyak sawit akan semakin dibutuhkan. Sehingga politik internasional Eropa dan Amerika terkait pengelolaan sumber daya alam cenderung mendorong dan mematikan industri kelapa sawit khususnya di Indonesia.

Dapat kita ambil satu pelajaran bahwa dunia kehutanan merupakan dunia yang tidak hanya selalu berurusan dengan pohon dan kayu tetapi juga penuh dengan intrik-intrik politik. Untuk melihat suatu kasus dengan jelas, diperlukan kepekaan yang tinggi dari berbagai sudut pandang. Sudah saatnya kita amalkan kalimat dari Pak Mentri Zulkifli Hasan “Kita harus adil terhadap bangsa sendiri”.

About admin

asrama mahasiswa sumatera barat merapi singgalang yogyakarta

Posted on 6 Januari 2013, in Alumni. Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. mantap…salam rimba huba-huba

  2. Bukan Mckenzi , tapi Mckinsey :p

  3. mckenzi jo mckinsey tu baradiak kakak mah.. induak bako jo anak pisang tibonyo😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: