Arsip

Archive for the ‘Pendidikan’ Category

Kegiatan Akademik Mahasiswa Baru UGM

v Hasil seleksi diumumkan UM UGM pada hari Sabtu, 7 Juni 2008 melalui situs UM UGM. Registrasi Mahasiswa Baru UGM yang diterima lewat UM UGM dilakukan di Graha Sabha Pramana UGM pada tanggal 23-28 Juni 2008.

v Senin, 7 Juli 2008 08.00 WIB – selesai:

  • Tes Matrikulasi dan Tes Bahasa Inggris (TOEFL-Like) di Grha Sabha Pramana UGM, lantai 1. Khusus bagi calon mahasiswa baru yang diterima melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul Pembangunan Daerah (PBUPD) dan Penelusuran Bakat Olahraga dan Seni (PBOS) UM UGM 2008 (Pakaian bebas, sopan, dan rapi).

  • Ukur Jaket Almamater di Koperasi Mahasiswa UGM, Bulaksumur (Bagi calon mahasiswa baru UGM jalur PBUPD dan PBOS UM UGM 2008).

v SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN)

  • Pendaftaran SNMPTN: 16-27 Juni 2008
  • Ujian Tulis SNMPTN: 02-03 Juli 2008
  • Pengumuman Hasil Ujian SNMPTN: 1 Agustus 2008

v Selasa, 19 Agustus 2008, 08.00 WIB – selesai: Acara Penerimaan Mahasiswa Baru oleh Rektor UGM di lapangan Grha Sabha Pramana UGM. Bagi semua calon mahasiswa baru UGM program Sarjana dan Diploma tahun akademik 2008/2009. Pakaian kemeja putih lengan panjang, dasi dan celana/rok hitam. Lihat situs SNMPTN

Categories: Pendidikan

Kebijakan Daerah bagi Siswa Miskin Masuk Perguruan Tinggi, Buat Database, Alihkan Beasiswa Pegawai ke Siswa Miskin

17 Juni 2008 mersi 4 komentar

Memang ini seharusnya dilakukan. Kalau buat pegawai yang sudah punya gaji kalau lanjut ke S2 atau S3 pake biaya sendiri aja atau mengajukan beasiswa ke funding-funding yang lain. Kayaknya adek-adek kita kita yang pintar tapi tak mampu kayaknya lebih pantas diayomi negara. Apalagi progres dari beasiswa S2 atau S3 untuk pegawai juga masih dipertanyakan efektifitasnya.

****************************

Sample Image Tahun ajaran baru sudah di depan mata. Daftar siswa yang lulus Ujian Nasional sudah diumumkan di seluruh kabupaten dan kota di tanah air, termasuk di Sumbar. Namun, di antara siswa yang lulus itu, tidak sedikit yang bernasib kurang beruntung dan gamang untuk melanjutkan ke perguruan tinggi karena ketiadaan biaya. Padahal, mereka punya potensi dan berprestasi.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemprov bersama pihak perguruan tinggi melakukan pertemuan dan muncul inisiatif untuk mengumpulkan ”lumbung” abadi yang bisa dimanfaatkan siswa miskin untuk melanjutkan pendidikannya. Selain itu, muncul usulan dari sejumlah anggota DPRD agar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Sumbar segera mendata siswa miskin dan berprestasi yang lulus Ujian Nasional (UN) setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2008 ini.

Pendataan itu sangat penting untuk menyiapkan database dan skema kebijakan yang memungkinkan agar mereka bisa melanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi (PT). Selain itu, muncul usulan agar program beasiswa S2 dan S3 bagi pegawai dihentikan dan dialihkan bagi mahasiswa miskin.Sample Image

“Selama ini kita tidak tahu berapa jumlah siswa miskin dan berprestasi, dimana saja daerahnya. Ini harus segera didata dan dirumuskan kebijakan apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya. Jangan sampai mutiara-mutiara itu terkubur sia-sia. Yang rugi kan daerah juga,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Sumbar Djohardi Das Datuk Tan Marajo kepada koran ini, kemarin.

Dikatakannya, skema pemberian beasiswa bagi mahasiswa miskin dan berprestasi sudah ada tetapi baru untuk mereka yang sudah duduk di bangku kuliah. Padahal, banyak calon mahasiswa yang kelimpungan membayar sejumlah biaya tahap awal perkuliahan. Menurutnya, skema baru bisa dibuat dengan mengalokasikan beasiswa bagi calon mahasiswa di anggaran perubahan.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Pasaman Muzli M Nur sepakat dengan ide tersebut terutama bagi mahasiswa yang mengambil jurusan yang sangat dibutuhkan daerah. Keterbatasan anggaran bukan alasan dan bisa disiasati dengan penentuan skala prioritas. Khusus Kabupaten Pasaman, bisa diarahkan bagi siswa miskin yang mengambil program studi kedokteran. ”Itu perlu dijadikan skala prioritas, mengingat minimnya warga Pasaman asli yang menekuni profesi tersebut,” usul Muzli.

Wakil Ketua DPW PAN Sumbar itu juga menyarankan program beasiswa S2 dan S3 untuk pegawai di lingkungan SKPD perlu dihentikan dan dialihkan menjadi beasiswa bagi mahasiswa miskin. ”Untuk menindaklanjuti itu, kami siap memperjuangkan tambahan alokasi anggarannya di APBD Pasaman,” tambahnya.Sample Image

Pada kesempatan terpisah, Ketua DPRD Kota Padang Hadison juga mendukung langkah tersebut. Bahkan, dia menyarankan Pemko membuat komitmen bersama agar memprioritaskan anggaran beasiswa pendidikan, dan mengajukannya kepada DPRD sebelum pembahasan APBD Perubahan 2008. “Secepatnya Pemko bisa mengajukan kebijakan pemberian beasiswa bagi siswa miskin tersebut. Dan DPRD welcome untuk membahasnya, karena berkaitan erat dengan pendidikan,” ujarnya.

Dikatakannya, dalam pembahasan KUA dan PPAS untuk APBD Perubahan tahun 2008, Pemko Padang memang memasukkan program beasiswa bagi siswa miskin berprestasi senilai Rp500 juta. Namun ia tak menampik, butuh kajian mendalam jika pemko akan mengajukan program tersebut sebelum APBD Perubahan sehingga, kebijakan yang nanti disepakati pemko bersama DPRD, benar-benar tepat sasaran. “Tapi kita tetap akan memprioritaskan program tersebut,” tandas Hadison.

Sumber: Padang Ekspres Edisi Selasa, 17 Juni 2008

Categories: Pendidikan

Hasil Ujian Nasional Tertinggi SMA Se-Sumbar

16 Juni 2008 mersi 3 komentar

Posisi puncak hasil Ujian Nasional (UN) telah diumumkan. Untuk jurusan IPA bertengger Jesica Eka Putri, siswa SMA 10 Padang dan jurusan IPS ada nama Rizki Muspika, siswa SMA 1 Padang. Kedua anak ini hebat. Mereka berhasil meraih posisi pemuncak di Sumbar. Sungguh suatu hal yang tidak pernah mereka bayangkan. Apalagi, bagi Tika, sapaan akrab Rizki Mustika. Hidupnya yang sederhana dari keluarga kurang mampu tidak pernah membawanya bermimpi menjadi pemuncak.

“Target saya hanya lulus dengan nilai yang bagus, tidak pernah menyangka bakal menjadi juara pertama se-Sumatra Barat,” kata Tika kepada Singgalang di kantor harian ini tadi malam. Tika datang bersama kedua orangtuanya, Fadli dan Fatimah. Didampingi pula oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA 1 Padang, Rama. Tika bahkan tidak tahu dia terbaik se-Sumbar dalam jurusan IPS yang dia pilih. “Baru tahu dari Pak Rama. Tapi kata kawan-kawan saat di sekolah kemarin (Sabtu-Red) saya juara I Padang,” sebutnya masih dengan nada setengah tidak percaya.

ImageSelama ini, bila dirunut ke belakang dan melihat pencapaian di sekolah, Tika memang tidak pernah lepas dari posisi-posisi teratas, walaupun tidak selalu mendapatkan rangking pertama. Tapi, dia sangat berbeda dengan kawan-kawannya yang berasal dari keluarga berada. Dia tidak pernah mengecap indahnya ikut bimbel atau les di lembaga kursus layaknya kawan-kawannya. “Ingin juga, tapi apa daya, orang tua tak mampu,” sebut Tika yang mendapatkan nilai 55,20.

Ayahnya Fadli, hanya sopir. Itu pun membawa travel, yang terkadang lebih sering tidak membawa penumpang. “Susah, sekarang penumpang sulit, jadi susah mendapatkan uang. Jadi saat tahu Tika dapat yang terbaik, perasaan saya antara senang dan sedih,” kata Fadli.

Betapa tak sedih, Tika sangat berkeinginan masuk Universitas Indonesia (UI) mengambil jurusan psikologi atau komunikasi. “Tapi, kami kesulitan uang. Malah kakaknya, Fauzan yang kuliah semester 8 di Unand terpaksa mengambil cuti, karena ketiadaan biaya,” sambung Fatimah berkaca-kaca.

Makanya, kalau ada uang, dia berharap anaknya kuliah saja di UNP. Supaya, dia dan suaminya tidak memikirkan uang kuliah, tempat tinggal dan biaya lainnya bagi putri bungsunya itu. “Rumah saja kami tak punya. Kini tinggal menumpang di tanah orang, karena rasa belas kasihan mereka,” bebernya.

Akan halnya Tika, dia juga sangat menyadari kondisi orangtuanya. Ibaratnya, dirinya kini bak pungguk merindukan bulan. “Kalau saja ada beasiswa, kami sangat berharap, Tika mendapatkannya,” tukas Fadli lagi.

Rama pun berharap begitu. Talenta Tika dalam bidang IPS sangat kuat. Sebenarnya dia bisa mendapatkan jurusan IPA, tapi menyadari bakatnya di IPS, gadis manis kelahiran Padang, 16 Januari 1990 itu pindah ke jurusan IPS. “Dia tidak pernah masuk dalam buku kasus kami, makanya dia pantas jadi pemuncak,” kata guru murah senyum ini.

Keberhasilan Tika menyamai keberhasilan Vika Cikita, siswa SMA 1 Padang yang juga berasal dari keluarga kurang mampu. “Ini sekaligus membuktikan bahwa guru-guru telah memberikan yang terbaik, karena anak-anak yang tidak bimbel di luar bisa meraih posisi puncak,” imbuh Rama.

Ingin jadi dokter
Sementara itu Jesica Eka Putri siswa SMA 10 Padang, yang akrab disapa Puput, juga tak mengira bakal jadi pemuncak dengan nilai 56,10. Apalagi di semester V kemarin, dia tidak lagi masuk dalam 10 besar. Hanya saja, dalam Pra UN kedua, dia terbaik di kelasnya yang lokal unggul. “Puput masuk lokal unggul, tapi tidak masuk di kelas internasional,” paparnya yang dihubungi via telepon genggamnya.

Jelang UN, putri pasangan Herina Sayuti, guru Bahasa Inggris SMK 3 Padang dan Herman (bekerja di PT Sirkansa), dan kakak dari Intan Tifani ini memang belajar ekstra. Les, bimbel dan kegiatan lainnya dilakoni bersama kawan-kawannya. “Kalau belajar bersama suka di rumah Puput,” ceritanya sambil menyebutkan, dulu targetnya hanya mendapatkan rata-rata 8, tapi mendapatkan rata-rata 9,35.

Herina pun mengaku senang dan bangga dengan putri sulungnya. “Rasanya terobati semua jerih payah kita mendidik dan membesarkannya. Tapi, kami tidak pernah memaksa Puput mau jadi apa,” tegas sang Mama dengan nada senang.

Melihat nilai-nilai yang diperoleh Puput sejak SD sampai saat ini, dia optimis Puput lulus dengan nilai terbaik.

Puput yang bercita-cita jadi dokter itu, memang tidak diperkenankan kuliah di luar Sumbar. “Walau kami tahu Puput anak baik, tetap saja mengkhawatirkan melihat kondisi saat ini,” ulas wanita asal Batang Kapas, Kab. Pesisir Selatan itu.

SMA 1 Padang Panjang

Sementara itu, Kepala SMA 1 Padang Panjang, Ridwan Idma mengaku suprise dengan pencapaian siswanya yang cukup banyak masuk dalam 10 besar pada jurusan IPA dan IPS. “Saya baru tahu, karena memang kami tidak tahu anak-anak kami masuk 10 besar terbaik di Sumbar,” paparnya.

Sebenarnya UN memang bukan target mereka. Yang ditargetkan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) sebanyak-banyaknya, karena tahun lalu 92 persen siswa mereka diterima di PTN. “Tapi kami bangga, karena memang anak-anak diajarkan mengharamkan mencontek, jadi kalau nilai mereka bagus, maka itulah nilai mereka sesungguhnya. Malah ada siswa pada jurusan IPS di sekolah ini mendapatkan nilai matematika, 10.

Sementara itu, juara pertama pada tingkat SMA jurusan Bahasa diraih, Febri Marseli dari SMA 1 Guguk, kemudian SMK diraih Eliza Daniati. Sedangkan, posisi pertama MA jurusan IPA diraih, Dosri Yoki dari MAN Palangki, pemuncak MA jurusan IPS, Ujang Firdaus dari MA Swasta MTI Pasir, dan MA jurusan Bahasa, Susi Susanti dari MAN 2 Batusangkar.

Sumber: Harian Singgalang Edisi Senin 16 Juni 2008

Categories: Pendidikan

Passing Grade UGM

16 April 2008 mersi 40 komentar

PASSING GRADE UJIAN MASUK UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

1. Farmasi : 392
2. Fisika: 304
3. Kimia: 305
4. Matematika: 305
5. Kedokteran Umum: 397
6. Kedokteran Gigi: 296
7. Kedokteran Hewan: 305
8. Arsitektur: 364
9. Perencanaan Kota dan Daerah: 259
10. Teknik Geodesi: 337
11. Teknik Geologi: 336
12. Teknik Kimia: 389
13. Teknik Elektro: 396
14. Teknik Mesin: 358
15. Teknik Sipil: 385
16. Teknik Nuklir: 336
17. Teknik Pertanian: 301
18. Teknik Hasil Pertanian: 336
19. Geografi Manusia: 161
20. Teknologi Industri Pertanian: 334
21. Ilmu Komputer: 365
22. Statistika: 282
23. Manajemen Hutan: 274
24. Teknologi Hasil Hutan: 286
25. Konservasi Sumber Daya Hutan: 273
26. Budidaya Hutan: 270
27. Ekonomi Pembangunan: 379
28. Ilmu Filsafat: 241
29. Ilmu Hukum: 348
30. Psikologi: 410
31. Antropologi Budaya: 248
32. Arkeologi: 247
33. Ilmu Sejarah: 284
34. Ilmu Administrasi Negara: 347
35. Ilmu Hubungan Internasional: 373
36. Ilmu Pemerintahan: 313
37. Ilmu Sosiatri: 280
38. Produksi Ternak: 304
39. Sosek Peternakan: 249
40. Teknologi Hasil Ternak: 304
41. Ilmu Keperawatan: 336
42. Budidaya Perairan: 255
43. Teknologi Hasil Perikanan: 273
44. Manajemen Sumber Daya Perairan: 305
45. Fisika Teknik: 303
46. Teknik Industri: 379
47. Pembangunan Wilayah: 310
48. Sastra Arab: 242
49. Sastra Indonesia: 285
50. Sastra Inggris: 409
51. Sastra Daerah Untuk Sastra Jawa: 230
52. Sastra Perancis: 308
53. Gizi Kesehatan: 259
54. Sastra Jepang: 371
55. Mikrobiologi Pertanian: 259
56. Obat Alami: 170
57. Ilmu Komunikasi: 371
58. Sosiologi: 318
59. Manajemen: 373
60. Akuntansi: 417
61. Biologi: 294
62. Geografi: 304
63. Kartografi dan Penginderaan Jauh: 270
64. Geografi Fisik dan Lingkungan: 270
65. Geofisika: 302
66. Elektronika dan Instrumentasi: 330
67. Agronomi: 298
68. Pemulian Tanaman: 272
69. Ilmu Tanah:290
70. Agrobisnis: 305
71. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan: 274
72. Penyiaran dan Komunikasi Pertanian: 273
73. Nutrisi dan Makanan Ternak: 299

Sumber: Primagama

Catatan:

  • Cara menghitung Passing Grade adalah Jumlah Soal yang dijawab betul DIKALIKAN 4 dikurangi Jumlah Soal yang dijawab salah.
  • Jumlah Soal UGM adalah 135 Soal.
  • Passing Grade ini bukanlah patokan UGM dalam menerima mahasiswa baru, karena Tes Potensi Akademik juga menjadi penilaian yang menentukan.
  • Passing Grade ini hanya memberikan gambaran tentang tingkat persaingan dalam perebutan kuris id jurusan-jurusan yang ada di UGM, sebagai bahan evaluasi dalam pemilihan jurusan.
  • Jurusan yang berPassing Grade tinggi, bukanlah jaminan kesuksesan. Karena masing-masing orang punya bakat dan potensi yang khas. Sehingga yang perlu dipahami adalah PILIHLAH JURUSAN YANG BENAR-BENAR ANDA MINATI.
Categories: Pendidikan

Top University Indonesia 2008

14 April 2008 mersi 25 komentar

Sungguh kebanggaan tersendiri bisa kuliah di UGM. Mengapa tidak, dalam laporan yang diterbitkan oleh webometrics januari 2008 yang lalu, UGM adalah universitas no 1 di Indonesia. Berikut 17 Universitas Terbaik Indonesia versi Webometrics…

WORLD RANK UNIVERSITY SIZE VISIBILITY RICH FILES SCHOLAR
















PINGIN TAHU PERINGKAT UNIVERSITAS SE-DUNIA…SILAHKAN KLIK DI SINI

Categories: Pendidikan